Jelang Operasional Mei Mendatang, Waris: Jangan Dipaksakan Kalau Belum Siap

diterbitkan: Selasa, 28 April 2026 12:21 WITA
RSUD Tanjung Redeb Berau
Tampak dari udara gedung RSUD Tanjung Redeb di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Tanjung Redeb. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Rencana operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb di Jalan Sultan Agung yang ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026 mendatang mendapatkan atensi serius dari legislatif.

DPRD Berau mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak terburu-buru melakukan peresmian jika infrastruktur pendukung dan manajemen belum benar-benar matang.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menyampaikan bahwa kesiapan rumah sakit baru bukan sekadar soal pemindahan fisik gedung, melainkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan sistem pelayanan yang harus jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Jangan asal potong pita. Kalau memang belum siap, lebih baik ditunda,” tegas Waris saat memberikan catatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) evaluasi LKPJ Bupati Berau Tahun Anggaran 2025, Senin (27/4/2026) kemarin.

Baca juga  Tiga Bulan Melarikan Diri, Penyebar Video Asusila Pelajar di Berau Ditangkap di Jember

Soroti Kondisi RSUD Abdul Rivai yang Sedang “Sakit”

Kekhawatiran Waris bukan tanpa alasan. Ia menilai kondisi RSUD Abdul Rivai saat ini sedang tidak dalam keadaan baik dari sisi manajemen maupun pelayanan.

Menurutnya, rumah sakit tersebut tengah “sakit” dan membutuhkan pembenahan mendalam sebelum pemerintah mengambil langkah besar untuk mengoperasikan fasilitas baru.

Waris khawatir, jika masalah di RSUD Abdul Rivai belum tuntas namun tenaga kesehatan (nakes) sudah dipindahkan ke RSUD Tanjung Redeb, hal itu justru akan menimbulkan kekosongan layanan atau konflik manajemen baru.

Baca juga  Sri Juniarsih: Manfaat Setiap Event di Berau Harus Benar-Benar Dirasakan Pelaku Usaha Kecil

“Ada masalah di pelayanan dan manajemennya. Pemindahan tenaga medis ke fasilitas baru berpotensi menimbulkan persoalan baru jika masalah lama di RSUD Abdul Rivai belum terselesaikan,” ujarnya.

Pastikan Dukungan Anggaran dan Sarana

DPRD Berau menekankan bahwa pengoperasian rumah sakit baru memerlukan dukungan anggaran yang kuat serta sarana prasarana yang lengkap.

Tanpa dukungan tersebut, dikhawatirkan RSUD Tanjung Redeb hanya akan mengulang persoalan pelayanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Baca juga  Lebaran di Arab Saudi, Wabup Gamalis Berdoa Agar Masyarakat Berau Selalu Sejahtera

Waris menegaskan, meskipun secara administratif pemerintah ingin mengejar target operasional di bulan Mei, kualitas layanan kesehatan bagi warga Berau tetap harus menjadi prioritas utama di atas seremoni peresmian.

“Artinya kalau kita punya sumber daya dan pendanaan, sekarang juga bisa. Tapi kita harus pastikan semua siap agar layanan kesehatan di rumah sakit baru tidak mengulang persoalan yang terjadi saat ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak legislatif meminta Pemkab Berau untuk segera memaparkan skema final terkait migrasi nakes dan kesiapan teknis RSUD Tanjung Redeb sebelum jadwal peresmian dilakukan.(Ika/NT)

Bagikan:
Berita Terkait