Kasus ISPA Melonjak Dampak Karhutla, Gamalis Pastikan Stok Obat dan Oksigen Aman

diterbitkan: Selasa, 8 September 2026 09:12 WITA
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menemui masyarakat yang berobat di puskesmas, Kamis (3/9/2026).
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menemui masyarakat yang berobat di puskesmas, Kamis (3/9/2026).

NUSANTARA TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan guna mengantisipasi paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini mulai memadati fasilitas kesehatan masyarakat.

Guna melihat perkembangan kasus secara langsung, Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (3/9/2026).

Gamalis menyampaikan, paparan asap membuat lonjakan kasus ISPA meningkat drastis hingga menempati urutan kedua penyakit terbanyak di fasilitas kesehatan.

“ISPA ini yang tadinya berada di 10 besar, rangking ke-9 atau ke-8, hari ini sudah menjadi rangking ke-2 setelah hipertensi. Perkembangannya sudah tiga kali lipat,” ungkapnya.

Baca juga  Pemkab Berau Kembali Beri Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan

Ia menegaskan, selain upaya pemadaman karhutla, dampak kesehatan dari paparan asap juga menjadi ancaman serius yang harus ditangani, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.

“Dengan kondisi kebakaran, takutlah. Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu efek dari kebakaran tersebut. Efeknya tentu beragam, salah satunya penyakit ISPA,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Gamalis turut menyoroti kadar partikulat berbahaya di dalam ruangan puskesmas berdasarkan pengukuran Dinas Kesehatan.

“PM2.5 itu adalah partikel yang masuk ke dalam hidung, yang tidak bisa disaring oleh bulu hidung. Dia langsung ke paru-paru. Dan ini di dalam ruangan,” jelasnya.

Baca juga  Wabup Berau Minta Dishub Tindak Mobil Dinas yang Parkir di Trotoar

Menyikapi kondisi udara yang memburuk, ia mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan mewajibkan penggunaan masker saat beraktivitas di ruang terbuka.

“Kami imbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau pun harus keluar, agar kiranya dapat menggunakan masker,” pesannya.

Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Tanjung Redeb, Nina Damayanti Madjid, memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan dan alat medis untuk penanganan ISPA masih memadai.

Baca juga  Cegah Karhutla, BPBD Kaltara Lakukan Mitigasi hingga Pelatihan

Usai memantau puskesmas, Gamalis melanjutkan peninjauan ke distributor oksigen medis di Tanjung Redeb untuk memastikan kelancaran pasokan di seluruh fasilitas kesehatan.

“Kita ingin memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan tetap aman. Dari hasil pemantauan, untuk oksigen masih cukup dan bisa memasok kebutuhan sejumlah pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Ia meminta koordinasi antara Pemkab Berau, distributor, dan fasilitas kesehatan terus dijaga ketat agar ketersediaan medis selalu siap siaga.

“Kita tidak ingin menunggu sampai kebutuhan meningkat baru melakukan langkah. Karena itu, dari sekarang kita pastikan ketersediaannya,” tambah Gamalis. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait