Kendaraan Milik Perusahaan Kerap Ugal-Ugalan, DPRD Berau Sampaikan Kritik Tajam

diterbitkan: Selasa, 10 Juni 2025 12:35 WITA
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto

BERAU – Ramai beredar informasi kendaraan milik perusahaan di Berau kerap melintas dengan ugal-ugalan. Informasi ini pun mendapat perhatian Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto yang langsung menyampaikan kritik tajamnya.

Dia meminta perusahaan-perusahaan besar di Bumi Batiwakkal untuk bisa lebih memberikan perhatian terhadap dampak dari aktivitas mobilitas mereka kepada masyarakat di sekitar mereka. Terutama jika kendaraan tersebut beroperasi di ruas-ruas utama jalan dalam kota.

Baca juga  Perkuat Ekonomi Masyarakat, DPRD Dukung Pembangunan Pabrik Terasi di Tabalar

“Kendaraan mereka, termasuk yang bermuatan besar hingga bus perusahaan pasti ada yang melintas di jalan umum. Mereka berbaur dengan kendaraan warga, jadi saya minta untuk lebih hati-hati,” tegasnya.

Selain cara mengemudikan kendaraan, Dedy juga mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan jam operasional bagi kendaraan mereka. Dia meminta agar kendaraan milik perusahaan bisa menghindari waktu-waktu yang padat aktivitas warga.

“Misalnya lebih malam, atau sangat pagi. Supaya tidak berbenturan dengan mobilitas masyarakat,” tambahnya.

Baca juga  DPRD Berau Beri Dukungan Penuh untuk Pelaksanaan Pendidikan Gratis di Kaltim

Namun dia memahami bahwa beberapa perusahaan, memiliki jadwal pasti untuk kendaraan mereka. Seperti misalnya penggunaan bus untuk karyawan yang rutin mengangkut karyawan pada pagi dan sore hari.

Hanya saja ia mendorong agar perusahaan memberikan pemahaman kepada para sopir untuk bisa lebih berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan mereka.

“Kalau bisa, sopir-sopir itu jangan ugal-ugalan. Saya lihat sendiri kadang bis itu lajunya kencang sekali, tidak memikirkan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga  DPRD Berau Ungkap Pengalihan Anggaran Difokuskan untuk Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Dedy mengaku memahami bahwa jadwal operasional perusahaan tidak bisa serta merta diubah, mengingat kebutuhan operasional di lapangan. Namun, ia berharap perusahaan tetap bisa mengontrol perilaku para pengemudi di jalan.

“Ini bukan soal menjegal aktivitas perusahaan, tapi ini soal keselamatan warga kita. Jalan ini milik bersama. Tolong, pikirkan juga kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait