BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengingatkan pihak-pihak terkait untuk bisa mengoptimalkan akurasi proses pendataan kepada calon penerima beasiswa program Gratispol besutan Pemprov Kaltim.
Menurutnya, pendataan yang akurat penting untuk dilakukan sehingga pelaksanaan dari beasiswa tersebut bisa berjalan efektif dan membantu mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah seperti uang semester dan kebutuhan pendidikan lainnya.
“Apa lagi, informasi yang saya terima dana yang dialokasikan untuk Berau nilainya juga tidak sedikit,” jelas Dedy.
Dia mendengar, Berau bakal kebagian Rp2 miliar untuk pelaksanaan program Beasiswa Gratispol. Karena itu, ia meminta agar pengawasan dan pemantauan yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah harus lebih efektif.
“Program ini tidak hanya menyoal pada dana. Tapi proses seleksi dan pengawasan yang ketat juga diperlukan. Supaya nanti, yang menerima juga memang yang berhak,” tambahnya.
Meskipun ini merupakan program Pemprov Kaltim, namun Dedy meminta agar Pemkab Berau bisa turun tangan untuk memastikan data yang akan diserahkan sudah valid dan terverifikasi.
Dia mengingatkan kepada tim pendataan yang telah dibentuk bisa bekerja secara profesional dan transparan. Saran dia, proses pendataan dilakukan dua tahap, yakni seleksi administrasi dan pemantauan ke lapangan.
Guna memudahkan tim tersebut, keterlibatan unsur terkecil seperti perangkat desa dan RT juga harus bekerja sama mensukseskan penyaluran beasiswa dari program Gratispol agar hasilnya lebih akurat.
“Semoga program ini bisa menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Berau,” pungkasnya. (adv)






