Rita Widyasari Sedih Aset Bisnis Keluarganya Selalu Dicap Hasil Korupsi

diterbitkan: Selasa, 9 Juni 2026 08:07 WITA
Rita Widyasari. Foto: Tempo.

NUSANTARA TERKINI – Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari meluapkan kekecewaannya terhadap pandangan miring masyarakat terkait asal usul kekayaannya. Ia menepis anggapan bahwa seluruh harta dan dana sosial yang ia salurkan murni bersumber dari penyalahgunaan jabatan.

Keluarga Rita sejatinya sudah menjalankan berbagai unit usaha jauh sebelum dirinya terjun ke panggung politik. Ia meminta publik tidak menghakimi dan memandang rentetan perkaranya secara lebih objektif.

“Saya berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara utuh,” kata Rita pada Selasa (9/6/2026).

Legalitas dan rekam jejak perusahaan keluarga tersebut diklaim sangat jelas serta bisa dipertanggungjawabkan. Ia bahkan memastikan kepemilikan saham bisnisnya sudah masuk ke dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara secara resmi.

Baca juga  Ratusan Warga Berau Terjaring ETLE Handheld, Tapi Semua Cuek Meski Sudah Dapat Notifikasi Tilang

“Kepemilikan yang saya miliki tidak pernah saya sembunyikan,” ujarnya.

Upaya Memisahkan Jabatan dan Bisnis

Selama memegang kendali pemerintahan di Kutai Kartanegara ia selalu berupaya bersikap proporsional. Rita memastikan batas antara urusan dinas dan kepentingan bisnis keluarga tetap terjaga dengan baik.

“Saya selalu berusaha menjalankan amanah sebagai kepala daerah secara profesional,” katanya.

Stigma negatif publik rupanya sangat memukul perasaan mantan pejabat daerah tersebut. Ia merasa sedih karena bisnis rintisan keluarganya selalu dikaitkan dengan pusaran kasus yang membelitnya.

Baca juga  DPRD Berau Pasang Badan, Dukung Polres Berau Berantas Narkoba Sampai Akar

“Yang membuat saya sedih adalah ketika usaha yang sudah ada sejak lama kemudian dipersepsikan seolah-olah seluruhnya berkaitan dengan jabatan yang pernah saya emban,” tuturnya.

Rita mengklaim dana kegiatan sosial yang kerap ia bagikan murni berasal dari kantong usaha keluarganya. Ia sangat ingin masyarakat bisa membedakan mana hasil keringat bisnis murni dan mana wewenangnya sebagai pejabat publik.

“Saya berharap ada pemahaman yang utuh mengenai sumber penghasilan maupun latar belakang usaha,” tambahnya.

Baca juga  Berujung Pidana, Pelaku Pengrusakan Portal Pasar Berau Diburu Polisi

Patuh Pada Proses Hukum

Rita diketahui telah menghirup udara bebas setelah menuntaskan masa pidananya pada Agustus tahun lalu. Namun kini ia masih harus menghadapi rentetan pengembangan perkara dari penyidik.

Ia berjanji akan terus bersikap kooperatif dan mematuhi seluruh tahapan hukum yang sedang bergulir. Ia menuntut keadilan agar kasusnya dinilai dari kacamata fakta administrasi yang valid.

“Agar setiap persoalan dilihat berdasarkan fakta, dokumen, dan kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.

Bagikan:
Berita Terkait