NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengeluarkan peringatan dini bagi para pengguna jalan. Akses Jembatan Pulau Besing dipastikan akan ditutup total guna kelancaran perbaikan fisik struktur jembatan.
Langkah ini diambil karena proses perbaikan kini memasuki tahap paling krusial. Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau Junaidi mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik yang berat akan segera dimulai, sehingga tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan.
“Insyaallah mulai minggu depan pekerjaan fisik dimulai. Karena plat besi dan rangka penyokongnya harus dilepas total, maka jalan otomatis harus ditutup demi keamanan dan kelancaran kerja,” tegas Junaidi dalam keterangannya baru-baru ini.
Perbaikan Menyeluruh
Penutupan ini tidak hanya sekadar mengganti komponen yang rusak. DPUPR juga akan melakukan rekayasa teknis pada tingkat kemiringan jembatan agar lebih landai dan aman. Selain itu, bagian ujung jembatan akan dicor beton sepanjang 15 hingga 20 meter agar menyambung mulus dengan jalan poros.
Tak hanya soal struktur, kenyamanan pengguna di malam hari juga menjadi perhatian. Junaidi memastikan empat titik lampu khusus akan dipasang untuk menerangi badan jembatan, menjawab keluhan warga soal minimnya penerangan selama ini.
Dengan adanya agenda penutupan ini, Junaidi mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar serta mulai mempersiapkan jalur alternatif selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar pekerjaan ini bisa tuntas tepat waktu tanpa kendala berarti demi kenyamanan kita bersama,” pungkasnya.
Selain fokus di Pulau Besing, DPUPR Berau juga tengah mengebut sejumlah agenda strategis infrastruktur tahun 2026-2027. Di antaranya peningkatan jalan di Kampung Maluang, sinkronisasi drainase di Gunung Tabur, hingga pembongkaran jembatan gantung lama di Kampung Birang demi keselamatan pelayaran.(*)





