Menanti Akses Layak, Sakirman Perjuangkan Nasib Jalan Poros Sukan hingga Long Lanuk

diterbitkan: Senin, 23 Februari 2026 06:18 WITA
Foto: Anggota DPRD Berau Sakirman

NUSANTARA TERKINI – Aspirasi masyarakat di sejumlah kampung pedalaman Kabupaten Berau masih didominasi oleh jeritan kebutuhan dasar. Akses jalan dan air bersih menjadi barang mahal yang sulit dinikmati warga hingga hari ini.

Anggota Komisi II DPRD Berau Sakirman menyoroti fenomena berulangnya usulan tersebut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan tahun ini. Ia mencatat mayoritas permintaan warga masih berkutat pada perbaikan fisik wilayah.

Sakirman menyebut angka yang cukup mencolok terkait dominasi usulan infrastruktur jalan poros antar kampung.

Baca juga  Warga Talisayan Keluhkan Infrastruktur dan Fasilitas Pendidikan ke Subroto

“Sekitar 80 persen aspirasi masyarakat yang masuk, masih berkutat pada persoalan perbaikan jalan poros antar kampung,” katanya, Senin (23/2/26).

Wilayah yang paling nyaring menyuarakan perbaikan ini antara lain Kampung Sukan, Tumbit, Pegat Bukur, hingga Long Lanuk. Akses ini dianggap sebagai urat nadi yang menopang distribusi hasil pertanian dan layanan kesehatan.

Ia menyayangkan usulan vital ini terus muncul berulang kali tanpa penyelesaian tuntas. Padahal mobilitas warga sangat bergantung pada kelayakan jalan tersebut.

Baca juga  DPRD Berau Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Agar Bisa Diantisipasi Dengan Serius

“Masalahnya, usulan ini sudah sering berulang-ulang kali disampaikan,” ujarnya.

Krisis Air Bersih

Persoalan tidak berhenti di jalan rusak. Warga di kawasan Pegat Bukur dan sekitarnya juga masih berjuang mendapatkan air layak konsumsi.

Sakirman melihat kemiripan masalah antara Kecamatan Tabalar dan Sambaliung. Keduanya terjebak dalam keterbatasan konektivitas dan krisis air bersih yang harus segera ditangani tim teknis.

Kebutuhan air bersih dinilai sebagai hak dasar yang pemenuhannya tidak boleh ditunda. Hal ini sejalan dengan program prioritas kepala daerah yang wajib diselesaikan.

Baca juga  Program Angkutan Pelajar Dapat Dukungan Dari DPRD Berau: Elita: Bantu Mobilitas Pelajar

Politikus ini mendesak pemerintah daerah agar hasil musyawarah tidak berakhir sebagai tumpukan dokumen semata. Ia menuntut realisasi nyata pada tahun 2027 sebagai bentuk tanggung jawab kepada kepala kampung dan warga.

“Jangan sampai usulan di Musrenbang kemarin, hanya jadi catatan di atas kertas. Kita ingin ini jadi kenyataan buat seluruh kepala kampung sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

Bagikan:
Berita Terkait