NUSANTARA TERKINI – Personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan botol minuman keras (miras) ilegal di kawasan Bukit Keramat, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan.
Penangkapan ini dilakukan saat personel melakukan patroli intensif sejak Kamis malam hingga Jumat (17/04/2026) dini hari.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, mengungkapkan bahwa total barang bukti yang diamankan mencapai 192 botol dan kaleng miras berbagai merk asal Malaysia.
Jika dirupiahkan, nilai barang ilegal tersebut diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Penyergapan Tengah Malam di Patok P 77
Aksi penggagalan ini bermula ketika tim patroli melakukan penyergapan (ambush) di sekitar Patok P 77 pada pukul 20.00 WITA. Dalam kegelapan medan Bukit Keramat, anggota Satgas sempat memergoki dua orang yang diduga sebagai kurir penyelundup.
Namun, kedua pelaku berhasil meloloskan diri ke arah wilayah Malaysia. Faktor penguasaan medan yang sangat baik serta keterbatasan yurisdiksi pengejaran yang hanya sampai batas patok negara, membuat pelaku berhasil menghilang di kegelapan hutan.
“Sepenglihatan anggota kami ada dua orang. Saat kami sergap, mereka melarikan diri karena mungkin sangat hafal medan. Kami tidak dapat mengejar pelaku sampai lewat dari patok perbatasan yang ada,” ujar Letkol Kav Ikhsan.
Komitmen Jaga Gerbang Negara
Letkol Kav Ikhsan menegaskan bahwa selama sisa masa penugasan sekitar 4,5 bulan ke depan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan di jalur-jalur “tikus” atau jalur ilegal, baik di Pulau Sebatik maupun daratan Kalimantan.
Selain kerugian negara, peredaran miras dan narkoba dinilai sangat merusak kesehatan serta masa depan generasi penerus bangsa.
Satgas pun mengimbau masyarakat untuk menjadi “mata dan telinga” bagi aparat dengan melaporkan segala aktivitas mencurigakan di wilayah perbatasan.
“Dengan upaya penggagalan ini, negara hadir di perbatasan, di wilayah ujung Indonesia. Kami tetap melaksanakan pengamanan di sepanjang jalur perbatasan guna memastikan tidak ada barang ilegal yang masuk,” pungkasnya.(Maulana/NT)






