SAMARINDA — Logam Mulia sudah lama menjadi instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Tren positif harga jual emas terus berkembang, terlebih beberapa minggu terakhir. Bahkan Senin (29/9) harga emas dalam negeri keluaran PT Aneka Tambang (Antam) menyentuh harga tertinggi di angka Rp2.198.000.
Namun, ada satu jenis investasi yang mungkin belum familiar di telinga masyarakat Indonesia, Beauty Investment. Beauty Investment adalah jenis investasi kepada diri sendiri melalui perhiasan.
Perhiasan jenis berlian, sering disarankan untuk orang yang ingin mulai melakukan investasi terhadap diri mereka.
“Karena berlian itu jenis batuan yang tidak lekang oleh waktu. Kilauannya bisa meningkatkan kepercayaan diri, dan memang menjadi aset yang bisa mempercantik penampilan,” terang Area Manager Frank&Co, Agnes Tetlyana.
Agnes mengakui bahwa berlian memang merupakan jenis perhiasan yang harganya tidak murah. Namun, untuk mulai berinvestasi, orang-orang bisa memulai dengan membeli berlian dengan tingkat karat yang lebih kecil.
“Frank&Co sendiri menyediakan karat berlian yang harganya masih bisa dijangkau untuk orang-orang yang mulai berinvestasi di berlian. Mulai dari Rp8 juta, sudah bisa membawa pulang berlian alami yang sudah bersertifikat internasional,” tambahnya.
Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin mulai berinvetsasi pada perhiasan jenis berlian. Hal ini karena, ada berlian yang masuk dalam kategori Lab Grown Diamond. Lab Grown Diamond adalah jenis berlian yang diproduksi di laboratorium dengan teknologi canggih.
“Ini bentuk fisiknya sangat mirip dengan berlian yang alami, yang natural diamond. Tapi harganya sangat jauh berbeda dengan berlian alami. Jadi memang perlu hati-hati dalam membeli berlian,” kata Agnes.
Dia menerangkan, untuk memastikan berlian yang ingin dibeli merupakan berlian alami, masyarakat bisa mendatangi toko-toko terpercaya seperti Frank&Co. Untuk warga Samarinda, gerai Frank&Co yang ada di BigMall Samarinda sudah kembali beroperasi, usai tutup untuk sementara waktu karena musibah kebakaran yang melanda mall terbesar di Kota Tepian itu.






