Pemkab Berau Kaji Solusi Urai Antrean Panjang BBM di SPBU

diterbitkan: Rabu, 23 September 2026 03:57 WITA
Wabup Berau, Gamalis (songkok hitam) saat sidak di SPBU Sambaliung. (Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di Kabupaten Berau.

Kondisi ini ditemukan Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Mitra Abadi Sambaliung, Rabu (23/9/2026). Dalam sidak ini, turut hadir jajaran Forkopimda dan perwakilan Pertamina Patra Niaga.

Di sela-sela sidak tersebut, Wabup Gamalis menyempatkan diri untuk berbincang langsung dengan pengendara roda empat yang sedang melakukan pengisian BBM menggunakan sistem barcode.

Baca juga  Pemkab Berau Rancang Wisata Mangrove Tak Sekadar Jual Keindahan Alam

Menyikapi persoalan antrean panjang BBM di SPBU tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama pihak terkait lainnya merencanakan untuk mengkaji sistem ganjil genap sebagai solusi.

“Kita akan merumuskan penerapan sistem pelat nomor ganjil genap sebagai salah satu opsi yang disiapkan untuk mengurai antrean panjang di SPBU,” kata Wabup Gamalis.

Kuota Pengisian Harian 40 Liter

Wabup Gamalis mengatakan, sidak ini dilakukan setelah ditemukan antrean panjang yang mengular sejak pagi hari di sejumlah SPBU.

Baca juga  Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah, Wabup Berau Dorong Kemitraan Industri Besar dan UMKM

Saat ini, kuota pengisian harian kendaraan dikembalikan ke maksimal 40 liter per hari untuk kendaraan roda empat dari yang sebelumnya dibatasi maksimal hanya 25 liter per hari.

“Mari kita sama-sama melihat apa permasalahan yang memicu antrean panjang ini. Dari hasil pantauan lapangan ini, baru kita sama-sama carikan solusinya,” kata Wabup Gamalis.

Pastinya, sebelumnya sudah sempat menetapkan kuota maksimal per hari 40 liter, kemudian turun jadi 25 liter dan saat ini kembali lagi 40 liter. Terbaru, direncanakan pula untuk menerapkan sistem antrean ganjil genap.

Baca juga  Terealisasi Rp3,7 Triliun, Pemkab Berau Yakin Target Investasi 2026 Tercapai

Untuk diketahui, informasi dari Patra Niaga, stok BBM di Berau saat ini berada dalam kondisi aman. Sementara kapal pengangkut dijadwalkan tiba pada 27 September 2026.

Saat ini, stok BBM jenis Pertalite berada di posisi sekitar 2.700 kiloliter dengan volume distribusi untuk seluruh wilayah Berau mencapai 180-200 kiloliter per hari.

Sementara rata-rata penyaluran Pertamax berada di angka 70 kiloliter dan cadangan stok biosolar di kisaran 3.700 kiloliter. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait