BERAU – Pemkab Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Rapar Koordinasi (Rakor) Ekonomi Kreatif. Hasil yang diperoleh dalam rakor tersebut, rencananya akan digunakan sebagai dasar penyusunan rencana aksi yang ditargetkan terlaksana pada 2026.
Rakor tersebut menghadirkan Galih Sedayu, Pendiri dan Pimpinan Yayasan Semesta Kota
Sebagai narasumber kegiatan. Dalam paparannya Galih menyampaikan bahwa Berau perlu memiliki fokus arah ekonomi kreatif yang jelas. Ia mencontohkan Korea Selatan yang memiliki fokus pada industri film, dengan dukungan dari pemerintah hingga sektor swasta.
“Film-film atau series asal Korea sudah berhasil mendunia. Termasuk yang sudah lama kita ketahui, dunia musik mereka bahkan sudah go internasional,” terang Galih.
Karena itu, menurutnya diperlukan kebijakan yang memang mengarah dan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif. Selain itu, Berau juga perlu menjadi kota yang terbuka, aman, dan tangguh dalam menghadapi tantangan, serta mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kota kreatif yang ideal harus berkelanjutan dan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
“Lebih dari itu, arah lebih penting daripada kecepatan. Maka Berau jangan hanya berusaha cepat, tetapi tentukan dulu arah yang jelas sebagai kompas kebijakan, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Paling tidak harus ada kompas untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam membangun kota kreatif, tata kelola lebih penting daripada tata rupa. Menurutnya, semua pihak, termasuk masyarakat, memiliki peran dalam menjaga dan merawat tata kelola tersebut. (adv)






