BERAU – Isu pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) nampaknya sudah menjadi keputusan final pemerintah pusat. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said pun menerangkan bahwa Pemkab Berau kini hanya bisa mempersiapkan strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pelayanan publik.
Dia memastikan, pemerintah daerah tidak akan pasrah ketika harus berhadapan dengan kebijakan efisiensi dan tantangan fiscal di depan mata. Katanya, saat ini Pemkab Berau tengah menyiapkan langkah-langkah efisiensi yang lebih terarah agar pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat tidak terganggu.
“Sebenarnya ini situasi yang bisa dibilang sangat berat. Tapi bukan berarti kita diam saja, kita tetap pikirkan cara bagaimana agar roda perekonomian daerah bisa tetap berputar,” terang Said.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Berau tersebut menerangkan bahwa efisiensi yang tengah berjalan bukan sebatas penghematan anggaran semata. Namun juga mencakup penataan ulang prioritas belanja agar lebih tepat sasaran. Sejumlah pos anggaran seperti perjalanan dinas, pembelian kendaraan, hingga pengadaan perlengkapan baru akan dikurangi secara signifikan.
Namun, belanja pegawai termasuk Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap dipertahankan.
“Belanja pegawai itu salah satu sektor yang menggerakkan perekonomian lokal. Perputaran uang dari pegawai diharap bisa membantu konsumsi masyarakat,” tambah Said.
Said juga membeberkan rencana Pemkab Berau untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk menggandeng dunia usaha, BUMD, dan kelompok masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Said menilai, kondisi fiskal yang ketat justru menjadi momentum bagi daerah untuk mengembangkan inovasi dan mencari sumber pembiayaan alternatif.
“Kita mau supaya penerimaan PAD kita bisa lebih maksimal, asset-aset daerah yang ada juga harus lebih dioptimalkan pengelolaannya,” pungkasnya. (adv)






