NUSANTARA TERKINI – Pemkab Berau terus mengkaji skema khusus untuk memenuhi tenaga kesehatan yang akan melayani di RSUD Tanjung Redeb. Wakil Bupati Berau, Gamalis memastikan kebijakan yang akan digunakan Pemkab Berau tidak akan mengganggu layanan kesehatan di kampung-kampung.
Dia menyebut, pemerintah saat ini masih terus mengkaji berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan. Kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD tentu harus menjadi perhatian serius, namun pihaknya tidak akan mengabaikan distribusi tenaga dan layanan kesehatan di wilayah kampung juga tidak bisa diabaikan.
“Kalau memang bisa dibagi, kita pasti akan membagi tenaga kesehatan dan memastikan distribusinya harus merata sampai ke pelosok,” terang Gamalis.
Gamalis memahami benar, untuk memenuhi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kesehatan memiliki risiko besar jika tidak direncanakan dengan matang. Karenanya, ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyiapkan langkah yang digunakan agar pelayanan kesehatan di semua wilayah bisa berjalan dengan lebih optimal.
Pemkab Berau memastikan, kebijakan yang diambil harus berorientas pada upaya perbaikan dan peningkatan layanan kesehatan. Gamalis juga berusaha menjawab rekomendasi dari DPRD Berau untuk mengurangi beban masyarakat di sektor kesehatan.
“Jadi saya minta kepada OPD terkait, untuk melakukan hal-hal yang arahnya perbaikan dan peningkatan layanan,” pungkasnya.
Untuk informasi, Pemkab Berau saat ini tengah mengebut persiapan operasional RSUD Tanjung Redeb yang direncanakan bisa beroperasi pada Mei 2026 ini. Mulai dari pematangan kebutuhan infrastruktur hingga tenaga medis terus menjadi perhatian Pemkab Berau. (adv)





