Pemprov Kaltara Hemat Rp230 Juta Biaya Listrik dan Air dalam Sebulan

diterbitkan: Senin, 30 Maret 2026 07:13 WITA
Kantor Gubernur Kaltara salah satu gedung Pemprov Kaltara yang mendukung efisiensi anggaran listrik dan air. (Foto: Rusdiono/Nusantara Terkini)

NUSANTARA TERKINI – Penerapan sistem kerja fleksibel dengan pola work from anywhere (WFA) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) setiap hari Jumat mampu menghemat anggaran ratusan juta dalam sebulan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto saat memimpin apel gabungan Pemprov Kaltara di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Senin (30/3/2026).

“Saya berterima kasih kepada penanggungjawab kurang lebih 11 gedung Pemprov Kaltara, saya sudah mendata pembayaran listrik maupun air ketika kita melakukan WFA setiap Jumat, kita mengalami penurunan pembayaran dari Januari ke Februari sekitar Rp230 juta,” kata Sekprov.

Baca juga  Disambar Petir, Videotron di Jalan APT Pranoto Berau Rusak

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menjaga dan ini harus terus dipelihara, terkait dengan penghematan dalam rangka efisiensi dalam mengelola gedung perkantoran.

“Tadi malam saya sempat mutar-mutar melihat gedung kita, alhamdulillah sudah 99 persen kita patuh,” katanya.

Pada prinsipnya, niat dari penerapan WFA itu sudah didapatkan, yakni efisiensi anggaran di tengah kondisi saat ini, baik secara global maupun geopolitik yang belum menentu.

Baca juga  Safari Ramadan di Perbatasan, Gubernur Kaltara Bawa Bantuan untuk Warga Desa Atap

“Semua daerah sudah mengantisipasi, salah satunya dengan cara ini (WFA),” sebutnya.

Maaf Memaafkan Sebelum Diminta

Selain itu, Sekprov Denny juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara untuk saling maaf memaafkan pada momentum hari raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

“Semoga pada hari ini kita kembali kepada fitrah. Sebelum diminta, bahwa kata maaf, kata memaafkan, walaupun sangat sederhana, itu sangat sulit bagi orang yang hatinya belum ikhlas,” sebutnya.

Baca juga  109 Desa di Kaltim Belum Teraliri Listrik, Ditarget Empat Tahun Bisa Teratasi

Hal yang tak kalah pentingnya menjadi atensi Sekprov Denny di sini adalah mengajak seluruh ASN maupun Non-ASN untuk kompak dan bersatu dalam hal membangun Kaltara menjadi lebih baik ke depannya. (**)

Bagikan:
Berita Terkait