Penerapan Tumpang Sari dalam Perkebunan Kakao dan Jagung Berhasil Tingkatkan Hasil Produksi

diterbitkan: Jumat, 7 November 2025 01:49 WITA
Panen Jagung di Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur (IST)

BERAU – Penerapan sistem Tumpang Sari dalam sektor perkebunan di Berau telah berhasil menunjukkan hasil yang luar biasa. Hamparan kebun kakao yang membentang di Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur kini tampak lebih hidup.

Bahkan di antara deretan pohon kakao yang tumbuh subur, terdapat pula tanaman jagung yang siap dipanen.

Sistem Tumpang Sari sendiri merupakan inovasi budidaya yang menggabungkan tanaman kakao dengan hortikultura, sebagai strategi untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Baca juga  Marak Alih Fungsi Lahan, DPRD Berau Ingatkan Soal Ketersediaan Lahan Pertanian

Kepala Kampung Birang, Samsuri, menuturkan bahwa wilayahnya memang dikenal sebagai salah satu sentra kakao di Kabupaten Berau. Dari tiga lokasi penanaman di RT 1, RT 2, dan RT 4, dua di antaranya kini mulai berbuah.

“Sekitar tiga hektare tanaman kakao sudah menghasilkan buah, dan hasilnya cukup menggembirakan,” ucapnya.

Dia menerangkan, inovasi Tumpang Sari merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Perusahaan memberikan bantuan dalam bentuk bibit, pupuk kompos, dan pendampingan teknis untuk para petani.

Baca juga  Berau Punya Fasilitas Kepramukaan yang Siap untuk Kegiatan Besar, Gamalis: Akses Jalan Masih jadi PR

Terpisah, Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Mansur Tanca, menilai sistem tumpang sari merupakan langkah tepat dalam budidaya kakao. Menurutnya, tanaman kakao memerlukan pelindung agar tumbuh optimal, dan sistem ini memberi manfaat ganda bagi petani.

“Dengan tumpang sari, petani tidak hanya menjaga kondisi lahan, tapi juga memiliki penghasilan sebelum kakao berproduksi di tahun ketiga,” jelasnya.

Baca juga  Dekranasda Beri Pelatihan Keterampilan Merajut, Perkuat Pengembangan Ekonomi Kreatif

Ia berharap model pengembangan kakao dan hortikultura yang diterapkan PT Berau Coal di Kampung Birang dapat menjadi contoh pemberdayaan berkelanjutan di wilayah lain di Berau.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi, menjaga keseimbangan lingkungan, dan mendorong kemandirian berbasis potensi lokal di Berau,” tutupnya. (adv)

 

jagu

Bagikan:
Berita Terkait