Sentil Kinerja OPD, Sri Juniarsih: ASN Itu Melayani Bukan Dilayani

diterbitkan: Sabtu, 2 Mei 2026 08:05 WITA
Bupati Berau, Sri Juniarsih.
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (Foto: Ika /NT)

NUSANTARA TERKINI – Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan pentingnya kerja cepat dan kolaboratif dalam menjawab berbagai persoalan strategis daerah.

Mulai dari penanganan stunting hingga reformasi birokrasi digital, seluruh perangkat daerah diminta bergerak lebih cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sri Juniarsih menyoroti penanganan stunting yang dinilai masih membutuhkan penguatan sinergi lintas sektor.

Ia meminta instansi terkait seperti DPPKBP3A, Dinas Kesehatan, hingga aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan memperkuat koordinasi dan aksi nyata di lapangan.

Baca juga  DOB Berau Pesisir Selatan Tinggal Selangkah Lagi, Pemekaran Tunggu Pembahasan RUU di DPR RI

“Penanganan stunting tidak bisa parsial. Harus ada gerak bersama yang lebih, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke kelurahan. Semua harus terlibat dan fokus pada hasil,” tegasnya.

Tak hanya isu kesehatan, ia juga menyinggung pentingnya reformasi birokrasi berbasis digital. 

Aparatur sipil negara (ASN) diminta tidak melupakan esensi utama dari jabatan yang diemban, yakni sebagai pelayan masyarakat.

Baca juga  Penerapan Jam Kerja Baru Bagi ASN dapat Sambutan Baik dari Ketua DPRD Berau

“ASN itu melayani, bukan dilayani. Ini yang harus terus diingat, apalagi di era digital sekarang di mana masyarakat semakin mudah menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Sri Juniarsih juga menekankan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lebih peka terhadap berbagai keluhan masyarakat, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun media massa.

Menurutnya, respons cepat dan solusi konkret menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.

Baca juga  Pemkab Berau Dorong Upaya Perluasan Area Tanam, Wujudkan Berau Swasembada Pangan

Ia mengakui, tidak semua kritik mudah diterima. Namun, ia mengingatkan, kritik merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pemerintah.

“Mungkin tidak nyaman dibaca, tapi itu adalah suara hati masyarakat. Jangan diabaikan. Justru itu harus jadi bahan evaluasi dan langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata,” tandasnya. (*)

Reporter: Ika/NT

Bagikan:
Berita Terkait