Realisasi Anggaran MBG di Kaltim Capai Rp42 Miliar, Operasional di Lapangan Terus Dioptimalkan

diterbitkan: Rabu, 3 Desember 2025 01:55 WITA
Proses menyiapkan makanan untuk program MBG di SPPG Gunung Panjang (IST)

SAMARINDA – Realisasi anggaran dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kaltim mencapai Rp42 Miliar. Program MBG di Kaltim sudah berjalan selama 11 bulan, sejak pertama kali dimulai pada Januari 2025 lalu.

Pendamping Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kaltim, Sirajul Amin menerangkan, Rp42 miliar tersebut merupakan serapan anggaran yang berhasil direalisasikan di Kaltim. Ada pun total dana dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan untuk MBG di Kaltim mencapai Rp50.832.861.600.

“Realisasi ini kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan percepatan dan perluasan program MBG-nya,” kata Sirajul.

Baca juga  SMA Negeri 10 Samarinda jadi Sekolah Garuda Pertama di Kaltim, Diresmikan Mensos Hari Ini

Sirajul juga membeberkan detail anggaran per porsi makanan bergizi yang disajikan kepada pelajar. Anggaran ini disesuaikan berdasarkan Indeks Kemahalan Daerah (IKD) untuk memastikan kualitas bahan baku tetap terjamin meskipun harga bahan baku di setiap daerah berbeda.

Saat ini, anggaran per porsi atau per ‘ompreng’ di daerah padat seperti Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Bontang ditetapkan kurang lebih Rp15 ribu.

Sementara itu, untuk daerah dengan indeks kemahalan yang lebih tinggi seperti Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Barat (Kubar), anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp18 ribu per porsi.

Baca juga  Polres Berau Libatkan Tim Food Security, Pastikan 2.299 Paket Makanan Bergizi Aman Dikonsumsi

Menariknya, program ini menggunakan sistem subsidi silang untuk menyeimbangkan kebutuhan gizi dan variasi menu.

“Ya, benar. Karena menu makanannya berbeda-beda, seperti daging, ayam, telur yang harganya variatif. Kami pakai subsidi silang, lalu kita ambil rata-ratanya,” tutup Sirajul.

Di balik serapan dana yang tinggi, operasional di lapangan terus ditingkatkan. Dari 115 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah mengantongi Surat Keputusan (SK), saat ini baru 72 SPPG yang resmi beroperasi di sembilan kabupaten/kota di Kaltim.

Baca juga  Normalisasi SKM, Pemprov Kaltim Tunggu Pemkot Samarinda Bereskan Masalah Sosial

Setiap SPPG yang beroperasi memikul tanggung jawab besar, melayani sekitar 3.000 hingga 4.000 siswa dari beberapa sekolah.

Logistik menjadi perhatian utama, di mana satu SPPG hanya melayani sekolah dalam radius maksimal 6 kilometer atau 20 menit perjalanan, demi menjamin makanan yang diantar tetap segar.

Dalam satu periode dua minggu, satu SPPG yang melayani 3.000 siswa dapat mengajukan anggaran sekitar Rp450 juta.  Sirajul menyebut, saat ini tinggal Mahakam Ulu (Mahulu) yang menjadi target pengembangan program MBG berikutnya.

Bagikan:
Berita Terkait