Sensasi Susur Sungai dan Trekking Hutan Tropis Alami, Intip Pesona Ekowisata Hutan Lindung Lesan Dayak

diterbitkan: Rabu, 6 Mei 2026 01:46 WITA
Hutan Lindung Lesan Dayak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. (BUMK Kot In Tlau)
Hutan Lindung Lesan Dayak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. (BUMK Kot In Tlau)

NUSANTARA TERKINI — Belum banyak yang tahu, Ekowisata Hutan Lindung Lesan Dayak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, merupakan salah satu kawasan hutan tropis yang masih sangat alami dan terjaga kelestariannya di Kalimantan Timur. 

Hutan yang berada di Kampung Lesan Dayak ini menyimpan keanekaragaman hayati yang terhitung sangat tinggi. 

Bentangan lanskap hijau yang luas di wilayah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penopang utama ekosistem, tetapi juga sukses menghadirkan panorama alam yang luar biasa indah bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Sebagai paru-paru hijau daerah, Hutan Lindung Lesan Dayak menjadi habitat alami bagi berbagai flora dan fauna endemik khas Kalimantan. 

Beberapa satwa langka yang hingga kini masih dapat dijumpai secara langsung di kawasan ini di antaranya Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), burung Enggang Gading (Rhinoplax vigil) yang dianggap keramat oleh masyarakat adat Dayak, serta Beruang Madu (Helarctos malayanus). 

Baca juga  Pariwisata Berau Tak Bisa Berdiri Sendiri, Disbudpar Gandeng Lintas Instansi Demi Keamanan Wisatawan

Selain fauna eksotis, kawasan penting ini juga menyimpan kekayaan botani yang melimpah, mulai beragam jenis tumbuhan obat tradisional, tanaman rotan, hingga kayu ulin yang memiliki nilai ekologi tinggi. 

Seluruh kekayaan tersebut menjadikan Hutan Lindung Lesan Dayak sebagai kawasan vital untuk agenda konservasi.

Bagi masyarakat Dayak Lesan, keberadaan hutan bukan sekadar sumber menyambung kehidupan sehari-hari, melainkan sebuah ruang spiritual yang sakral dan warisan luhur dari para nenek moyang. 

Kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi secara turun-temurun di sana mengatur aturan adat yang ketat, seperti larangan menebang pohon sembarangan, kewajiban menjaga sumber mata air, serta perintah untuk memanfaatkan hasil hutan secara bijak dan berkelanjutan.

Baca juga  Strategi Cerdas Menguasai Algoritma Media Sosial untuk Pertumbuhan Bisnis Digital

“Inilah kekuatan kami. Hutan adalah kehidupan. Kami tidak bisa terpisah darinya, dan tugas kami adalah menjaga warisan ini untuk anak cucu,” ungkap Ketua Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Kot In Tlau Lesan Dayak, Jasti Tadona.

Hutan Lindung Lesan Dayak pada dasarnya juga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam dan edukasi berbasis lingkungan. 

Berbagai aktivitas seru yang bisa dinikmati para wisatawan, di antaranya trekking ke dalam hutan melihat langsung keanekaragaman hayati lebih dekat, serta menikmati ekowisata susur sungai menggunakan perahu tradisional menyusuri aliran Sungai Lesan yang jernih.

Baca juga  Desain Spa Villa Bali Modern: Rahasia Menciptakan Interior Spa Eksklusif yang Memikat Wisatawan

Lebih dari itu, para pelancong juga bisa mendapatkan pengalaman budaya Dayak yang autentik melalui suguhan tarian adat, pembuatan kerajinan tangan, dan mencicipi kuliner lokal.

“Ada juga wisata edukasi tentang konservasi satwa dan tumbuhan hutan tropis,” jelas Jasti.

Melalui pola pengelolaan yang baik dan terarah, kawasan hutan di Kelay ini diyakini mampu bertransformasi menjadi contoh nyata praktik wisata berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian alam.

“Hutan Lindung Lesan Dayak bukan hanya milik kami, tapi milik dunia. Jika kita menjaganya bersama, maka kita juga menjaga masa depan,” tutup Jasti. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait