Temui Pangdam VI/Mulawarman, Wagub Ingkong Bawa Aspirasi Masyarakat Adat Kaltara

diterbitkan: Selasa, 17 Maret 2026 03:53 WITA

NUSANTARA TERKINI – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala melakukan pertemuan dengan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono di Balikpapan, Senin (16/3/2026).

Ada beberapa aspirasi dari masyarakat adat Kaltara yang dibawa oleh pria yang juga menjabat Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Utara (LADKKU) tersebut, salah satunya terkait keamanan wilayah perbatasan dan masa depan generasi muda Dayak Kenyah.

Didampingi Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa, Wagub Ingkong mengatakan besar harapan generasi muda Dayak Kenyah untuk mengabdi kepada negara lewat jalur Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca juga  Ratusan Botol Miras Senilai Rp15 Juta Gagal Masuk Indonesia Lewat Jalur Tikus Sebatik

Ia menilai lembaga adat memiliki peran penting dalam menjaga harmoni masyarakat. Selain merawat nilai budaya, lembaga adat juga sering menjadi jembatan penyelesaian persoalan sosial di tengah masyarakat.

Kerja sama tokoh adat dan TNI ini dinilai penting, mengingat Kaltara merupakan daerah perbatasan negara yang memiliki posisi strategis.

“Kami berharap ada kolaborasi yang kuat antara tokoh adat dan TNI untuk menjaga keamanan wilayah sekaligus memperkuat semangat kebangsaan masyarakat di wilayah perbatasan,” kata Wagub Ingkong.

Baca juga  Polda Kaltara dan Polis Diraja Malaysia Bertemu, Ini yang Dibahas

Diungkapkannya bahwa minat generasi muda Dayak Kenyah untuk menjadi prajurit TNI cukup tinggi, khususnya melalui jalur Akademi Militer (Akmil). Tapi, masih ada beberapa kendala yang dihadapi, mulai dari kurangnya akses informasi hingga minimnya pembinaan untuk mereka mempersiapkan diri.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Kodan VI/Mulawarman untuk bisa membantu membuka akses yang lebih luas melalui sosialisasi penerimaan prajurit TNI hingga ke wilayah pedalaman Kaltara.

Baca juga  DPRD Kaltara Akan Pelajari Isi LHP BPK RI atas LKPD Kaltara Tahun 2024

“Kalau ada pembinaan sejak awal dan informasi yang lebih terbuka, saya yakin banyak putra-putri daerah yang bisa bersaing menjadi prajurit TNI untuk mengabdi kepada negara,” ujarnya.

Harapannya pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat adat, sekaligus membuka jalan bagi generasi muda Kaltara untuk ikut berperan dalam menjaga kedaulatan negara. (**)

Bagikan:
Berita Terkait