BERAU – Pada 2029 mendatang, Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka delapan persen. Salah satu sektor yang didorong menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi adalah sektor UMKM.
Hal tersebut tidak mustahil jika mengingat data Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia yang menunjukkan jika UMKM telah menjadi sektor yang mendominasi kontribusi ekonomi pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita menerangkan bahwa untuk mencapai target tersebut, UMKM di Berau harus bertransformasi dengan optimal.
“Transformasinya harus dimulai dari hal yang paling fundamental. Sebelumnya yang hanya menjual produk, kini harus naik kelas. Saat ini adalah momentum yang tepat untuk memanfaatkan peluang yang ada,” tutur Eva.
Dia memahami benar, salah satu tangan yang harus dihadapi adalah meningkatkan daya saing UMKM agar bisa menjangkau pasar global melalui ekspor. Saat ini, belum banyak pelaku UMKM yang sudah bisa mengekspor produk mereka hingga ke mancanegara.
ntuk itu, pemerintah secara konsisten mendorong berbagai program, mulai dari pelatihan, bantuan permodalan, hingga inisiatif UMKM Go Digital. Berbagai program pembinaan pun terus diberikan untuk mendukung kemajuan dan perkembangan pelaku UMKM di Bumi Batiwakkal.
Eva menekankan bahwa dukungan yang diberikan tidak boleh bersifat seremonial. Pelatihan dan pendampingan harus benar-benar menjawab kebutuhan spesifik para pelaku usaha agar mereka bisa berkembang secara berkelanjutan.
“Program pelatihan UMKM tidak hanya terbatas pada kegiatan satu kali, tetapi juga menyediakan pendampingan berkelanjutan, yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masing-masing usaha,” tutupnya. (adv)






