BERAU – Kampung Suaran di Kecamatan Sambaliung menjadi wilayah dengan area tanam terluas untuk perkebunan kakao di wilayah Berau. Dengan luas kebun kakao yang mencapai 270 hektar tersebut, potensi kakao di Kampung Suaran pun tak main-main.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini menerangkan bahwa luas tanam kakao yang tercatat di Kampung Suaran merupakan wujud nyata dari hasil konsistensi para petani, dan pemerintah daerah yang terus mengembangkan komoditas unggulan Bumi Batiwakkal ini.
“Perlu kerja sama semua pihak, pemerintah tidak akan bisa kerja sendiri. Termasuk juga petani tidak bisa sebatas menanam saja. Jadi ini hasil kerja bersama, kita kembangkan perkebunan kakao di Kampung Suaran,” ucap Lita.
Lita menerangkan, Pemkab Berau selama ini terus melalukan berbagai program pendampingan dan bimbingan teknis secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan demia meningkatkan produktivitas hasil kakao dari Kampung Suaran setelah melihat potensi yang dimiliki petani di kampung tersebut.
“Konsistensi mereka juga kami jadikan pertimbangan untuk terus memberikan dampingan. Tujuannya supaya ada peningkatan produksi yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi mereka,” tambahnya,
Salah satu wujud pendampingan rutin yang telah dilaksanakan adalah melalui program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) di Kampung Suaran. Program ini bertujuan membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen.
Lita berharap, dengan dukungan penuh dari Disbun dan semangat juang petani, masa depan kakao Suaran diprediksi akan semakin cerah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sektor perkebunan di Kabupaten Berau. (adv)






