BERAU – Pulau Derawan kini semakin bersahabat bagi wisatawan lewat digitalisasi sistem pembayaran. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di destinasi andalan Kabupaten Berau ini mulai masif menerapkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mempermudah transaksi pengunjung.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak toko pakaian dan aksesoris, seperti Toko Yuliana, telah menyediakan barcode pembayaran non-tunai sejak setahun terakhir. Kehadiran teknologi ini mendapat sambutan hangat, terutama dari pelancong luar negeri.
“Turis asing paling sering menggunakan QRIS. Pengunjung lokal juga ada yang pakai, meski masih banyak yang memilih uang tunai,” ujar salah satu penjaga toko aksesoris di Pulau Derawan.
Praktis Meski Terkendala Sinyal
Para pedagang mengakui bahwa sistem non-tunai ini jauh lebih praktis dan aman. Penjual tidak lagi repot mencari uang kembalian, sementara pembeli cukup memindai kode melalui ponsel mereka. Namun, tantangan utama yang masih mereka hadapi adalah stabilitas jaringan internet yang terkadang naik-turun.
“Lebih mudah pakai QRIS, cuma kadang sinyalnya kurang bagus,” tambahnya.
Dukungan untuk Digitalisasi Ekonomi
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menegaskan bahwa penerapan transaksi non-tunai merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Bank Indonesia (BI) dan pemerintah daerah. Mengingat posisi strategis Derawan yang menjadi ikon pada uang kertas pecahan Rp20.000, pulau ini mendapat perhatian khusus dalam digitalisasi ekonomi.
“Kami mendukung kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong transaksi non-tunai, khususnya di kawasan wisata,” kata Indra.
Indra berharap penggunaan QRIS dapat mengurangi ketergantungan pada peredaran uang tunai di pulau, mengingat volume wisatawan terus meningkat setiap tahun. Dengan ekosistem digital yang kuat, Pulau Derawan siap memberikan kenyamanan ekstra bagi turis domestik maupun mancanegara.(*)





