Update Haji 2026: 15.349 Jemaah dari 40 Kelompok Terbang Telah Bertolak ke Tanah Suci

diterbitkan: Jumat, 24 April 2026 11:48 WITA
Jamaah haji Indonesia sata berangkat ke tanah suci. (Foto: Kementerian Haji Indonesia)

JAKARTA, NUSANTARA TERKINI – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi terus menunjukkan progres yang signifikan. Memasuki hari keempat operasional pemberangkatan, arus jemaah menuju Tanah Suci terpantau semakin tertata dengan dukungan sistem layanan yang semakin terintegrasi.

Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (23/4/2026), tercatat sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah resmi diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dari total tersebut, sebanyak 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter dilaporkan telah mendarat dengan selamat di Madinah.

Efisiensi Melalui Layanan Makkah Route

Baca juga  Pemerintah Tetapkan WFA bagi Pekerja/Buruh Jelang dan Pasca Idulfitri 2026

Kelancaran arus keberangkatan pada fase awal musim haji tahun ini tidak lepas dari implementasi layanan terpadu Makkah Route.

Sistem ini menjadi kunci dalam menyederhanakan proses administrasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga keimigrasian, yang semuanya diselesaikan sebelum jemaah naik ke pesawat.

Sejak mulai diterapkan secara masif pada 22 April 2026, jemaah diberangkatkan melalui empat embarkasi utama yang telah mengadopsi layanan ini, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Adi Soemarmo, Bandara Juanda, dan Bandara Sultan Hasanuddin.

Seluruh jemaah tersebut mendarat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

Baca juga  DPUPR Tahan Anggaran Rp14 Miliar Pembangunan Gedung DPRD Kaltara, Meski Fisik Rampung

“Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam keterangannya di Jakarta, sepeeti dikutip dari Beritsatu.com

Kemudahan Bagasi dan Akses Transportasi

Keunggulan lain dari skema ini adalah pengelolaan bagasi yang telah diatur sejak dini di Indonesia. Dengan demikian, jemaah yang tiba di Madinah tidak perlu lagi mengantre lama untuk pemeriksaan imigrasi atau menunggu barang bawaan. Mereka dapat langsung diarahkan menuju bus transportasi untuk menuju akomodasi masing-masing.

Baca juga  Klir! 215 Jemaah Haji Berau Sudah Divaksin, Siap Berangkat Pertengahan Mei

Layanan ini mencakup tahapan penting seperti perekaman biometrik dan penerbitan visa elektronik secara cepat. Barang-barang jemaah pun langsung dikirim oleh petugas ke tempat penginapan di Arab Saudi, sehingga jemaah bisa lebih fokus dalam memulai rangkaian ibadah di Madinah.

Pemerintah optimistis bahwa dengan sistem koordinasi lintas kementerian yang semakin solid, seluruh sisa kloter yang akan menyusul pada hari-hari berikutnya dapat terlayani dengan standar kualitas yang sama baiknya.(Fawdi/NT)

Topik:
Bagikan:
Berita Terkait