Wisata Maratua Terancam Krisis Air Bersih, Disbudpar Berau Siapkan Komunikasi ke Perumda Batiwakkal

diterbitkan: Senin, 25 Mei 2026 08:24 WITA
Ilustrasi Pulau Maratua

NUSANTARA TERKINI – Masalah pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih kembali memicu keluhan serius dari masyarakat serta pelaku industri pariwisata di Pulau Maratua.

Tingginya biaya yang harus dikeluarkan warga demi mendapatkan pasokan air layak konsumsi kini menjadi atensi tersendiri bagi instansi terkait.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, memaparkan fakta tersebut usai melakukan kunjungan kerja ke pulau terluar itu beberapa hari lalu. 

Dalam pertemuan bersama Camat, unsur Forkopimcam, para kepala kampung, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha lokal, isu sulitnya air bersih mencuat sebagai keluhan utama yang paling mendesak untuk dituntaskan.

Baca juga  Flammable Storage Cabinet Standar Lab: Solusi Wajib untuk Keamanan Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar

Masyarakat mengaku terpaksa harus merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan air bersih ke rumah maupun tempat usaha masing-masing.

Kondisi ini dinilai sangat membebani ekonomi di kawasan wisata unggulan tersebut.

“Ya masalah kesulitan air itu keluhannya. Mereka harus keluar biaya yang cukup besar untuk keperluan air tersebut,” ungkap Yudha kepada Berauterkini.

Kondisi geografis Pulau Maratua memang cukup menantang. Sejauh ini, sumber mata air tawar yang dapat diandalkan hanya di Kampung Teluk Harapan.

Baca juga  Bosan ke Pantai? Intip Pesona 4 Ekowisata Mangrove Berau yang Siap Manjakan Mata Saat Libur Lebaran

Keterbatasan sumber alami ini diperparah dengan belum berfungsinya infrastruktur penampung air penunjang yang ada di sana.

Dalam forum dialog pekan lalu, warga secara blak-blakan mempertanyakan nasib proyek embung air yang sebenarnya sudah pernah dibangun di Pulau Maratua.

Proyek air yang didanai pemerintah daerah dilaporkan masih mangkrak dan belum difungsikan sama sekali untuk melayani kebutuhan publik.

Baca juga  Bupati Sri Ingatkan Kepala Kampung di Berau Jangan Main-main dengan Uang Negara

“Mereka menyampaikan proyek embung air yang pernah dibangun dua kali sampai saat ini blm berfungsi. Jadi mereka mempertanyakan hal tersebut kepada kami,” jelas Yudha.

Disbudpar Berau berkomitmen untuk tidak tinggal diam. 

Yudha menegaskan akan segera mengambil langkah cepat dengan membangun jembatan koordinasi bersama manajemen Perumda Air Minum Batiwakkal guna mencari jalan keluar krisis air di Maratua.

“Untuk masalah air kami juga akan berkoordinasi dengan Perumda Batiwakkal,” pungkas Yudha. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait