PENAJAM PASER UTARA – Sebanyak 25 siswa di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (11/02/2026).
Para korban yang terdiri dari 24 siswa SDN 008 dan satu siswa SMAN 2 Waru tersebut dilarikan ke puskesmas terdekat setelah mengeluhkan pusing hingga muntah. Dugaan sementara mengarah pada puding yang terasa kecut dan tidak layak konsumsi.
Menanggapi insiden tersebut, PIC Mitra Dapur MBG Kecamatan Waru, Yedi Kesuma, menjelaskan bahwa kejadian ini bertepatan dengan hari pertama pihaknya mencoba memberdayakan UMKM lokal.
“Makanan yang dibagikan memang dipesan dari UMKM, bukan diproduksi langsung oleh dapur kami,” tegas Yedi, seperti dikutip dari Kaltimtoday.co
Yedi menyebutkan bahwa dari total 1.040 porsi yang didistribusikan ke sekolah-sekolah, hanya sekitar 25 porsi yang dilaporkan bermasalah, sementara 1.017 porsi lainnya aman dikonsumsi.
Meski sejak awal sudah dilakukan filterisasi legalitas terhadap UMKM mitra, ia mengakui akan ada evaluasi besar-besaran, terutama pada jenis makanan yang rentan basi.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi agar tidak ada insiden serupa di masa depan,” tambahnya.
Di sisi lain, Siti Khadijah, salah satu orang tua siswa kelas 3 SD yang menjadi korban, mengaku terkejut saat dihubungi pihak sekolah. Ia membenarkan anaknya mengalami pusing dan muntah setelah menyantap makanan program tersebut. Namun, ia juga menyebut kondisi fisik anaknya memang sedang tidak fit.
“Mungkin karena daya tahan tubuhnya sedang kurang bagus. Di rumah memang sudah agak kurang enak badan, seperti masuk angin dan merasa mual,” ungkap Siti saat mendampingi anaknya di puskesmas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala SPPG Waru terkait detail penyebab keracunan maupun langkah evaluasi internal yang diambil pasca-insiden yang menimpa para siswa tersebut.





