Efisiensi Anggaran, Disbudpar Berau Pilih Kembangkan Wisata Skala Prioritas

diterbitkan: Sabtu, 14 Februari 2026 01:33 WITA
Wisata Air terjun di Kampung Tabalar Ulu, Kecamatan Tabalar.

BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau tidak hilang akal meski harus menghadapi tekanan efisiensi anggaran daerah tahun ini. Dengan strategi skala prioritas, Disbudpar tetap tancap gas mengembangkan destinasi potensial, salah satunya wisata Jembatan Alam di Kampung Tabalar Ulu.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, melalui stafnya Andi Nusyamsi, menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyesuaikan rencana kerja pasca evaluasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Hampir semua kampung di Berau memiliki potensi wisata unik. Tantangan kami adalah mengembangkannya secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” ujar Andi pada Sabtu (14/2/2026).

Baca juga  Bunga Langka Raflesia Ditemukan di Gunung Hantu Berau, Jadi Magnet Baru Wisata Teluk Sumbang

Tabalar Ulu Jadi Titik Singgah Menuju Pesisir

Jembatan Alam di Tabalar Ulu mencuri perhatian karena keunikan formasinya yang terbentuk secara alami. Selain nilai estetika, lokasi ini memiliki nilai historis sebagai jalur utama masyarakat menuju kawasan Biduk-biduk sebelum adanya jembatan besi.

Disbudpar merencanakan Tabalar Ulu sebagai rest area strategis bagi wisatawan. Konsep ini bertujuan agar tersedia lokasi singgah setiap dua jam perjalanan menuju wilayah pesisir. “Kami sudah menerima proposal dari kampung dan akan menindaklanjutinya sesuai porsi anggaran,” tambahnya.

Baca juga  Kuliner Tepian Jadi Primadona, Disbudpar Berau Catat Lonjakan Pengunjung Selama Libur Lebaran

Fokus Pengembangan di Berbagai Kampung

Tak hanya Tabalar Ulu, Disbudpar juga memberikan perhatian pada sejumlah destinasi lainnya:

  • Biatan Bapinang: Melanjutkan pengembangan Air Panas Asin Pemapak, terutama penyediaan fasilitas parkir.

  • Maratua: Menambah fasilitas penunjang dermaga agar lebih representatif.

  • Merabu: Menyelesaikan jalur trekking hutan yang menjadi andalan wisata alam.

  • Merasa & Buyung-Buyung: Memperkuat pariwisata berbasis budaya, termasuk dukungan pada event tahunan seperti Meja Panjang dan Long Sam.

Baca juga  Kehadiran Kawanan Paus Orca di Maratua, Momentum Emas Promosi Wisata Berau

Andi menegaskan bahwa pembangunan destinasi tidak mungkin berjalan serentak. Oleh karena itu, Disbudpar menerapkan skema prioritas bagi kampung yang dinilai paling siap dan memiliki tingkat kunjungan tinggi.

“Pengembangan berbasis budaya juga sangat penting karena event-event kampung memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” tutupnya.(*)

Bagikan:
Berita Terkait