Giliran TNI AU Terjunkan Boeing 737, Bantu Pencarian Pesawat Smart Air yang Hilang Kontak

diterbitkan: Sabtu, 9 Maret 2024 02:39 WITA

Foto: Pesawat Boeing 737 milik TNI AU yang tiba di Tarakan untuk membantu proses pencarian pesawat Smart Air yang hilang kontak sejak Jumat (08/3/24) kemarin.

KALTARA,- Bukan hanya TNI Angakatan Darat (AD) melalui helikopter Bell 412EPI yang melakukan penyisiran udara, upaya pencarian pesawat perintis jenis PK SNE milik Smart Aviation yang hilang kontak sejak Jumat (08/3/24) kemarin, melibatkan Boeing milik TNI Angkatan Udara (AU).

Membantu tim gabungan, TNI AU secara khusus menerjunkan  satu unit Boeing 737 dari Skuadron Udara V Makassar, Sabtu (09/3/24). 

Baca juga  Proyek Jaringan Pipa Air Bersih IKN Terkendala Lahan, Nilai Proyek Capai Rp445 Miliar

Setibanya di Tarakan, kru penyelamat juga langsung melakukan briefing untuk hasil analisa sebelum akhirnya bergerak ke lokasi tujuan.

Pesawat Boeing 737 milik TNI AU ini diterjunkan lantaran memiliki camera inframerah yang secara otomatis melihat ke bawah meski udara tertutup awan. 

“Kami berharap dengan kemampuan yang dimiliki oleh pesawat TNI AU ini  bisa memindai  dan menscan area yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat Smart Aviation,”ungkap Danlanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Bambang Sudewo, Sabtu (09/3/24).

Baca juga  Angka Fantastis! Udang Windu Kalimantan Utara Cetak Nilai Ekspor Rp 1,57 Kuadriliun

Semua informasi yang diperoleh dari ELT Basarnas yang terpancar dari Singapura dan Australia, ditambah lagi informasi daru Airnav akan di analisa. Dengan begitu, dari semua informasi ini akan diambil kesimpulan sebagai jalur yang akan dalului pesawat pemindai milik TNI AU.

“Sehingga kami harap, cuaca mendukung agar bisa menemukan titik minimal hari ini,”ucapnya.

Baca juga  Otorita IKN Dorong Kaltara Jadi Daerah Mitra Nusantara

Bambang Sudewo menyebut, dalam proses pencarian pesawat kargo yang hilang kontak ini, pesawat Boeing 737 ini akan beroperasi di area yang telah dianalisa bersama. Ditargetkan pencarian bisa memakan waktu 4 jam. 

“Dengan durasi 4 jam pencarian ini kami harap bisa mendapatkan gambaran kondisi medan. Lalu akan dilakukan koordinasi kembali hasil tangkapan camera ini utuk menganalisa. Termasuk juga tindak lanjut proses evakuasi,”tandasnya. (*)

Reporter: Zuhrie

Bagikan:
Berita Terkait