NUSANTARA TERKINI – Kabar gembira bagi para pelancong dan masyarakat Kalimantan Timur. Akses menuju surga wisata pesisir di Kabupaten Berau kini jauh lebih singkat dan efisien.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi merampungkan pembangunan Jembatan Sei Nibung di Kabupaten Kutai Timur. Infrastruktur vital ini menghubungkan Desa Kadungan Jaya, Kecamatan Kaubun dengan Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang.
Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dirasakan warga. Sebelumnya, masyarakat harus mengandalkan penyeberangan feri yang memakan waktu lama atau memutar jauh melewati rute Wahau.
Dengan beroperasinya Jembatan Nibung, perjalanan darat dari Kutai Timur menuju destinasi wisata unggulan di Berau—seperti Talisayan dan Biduk-biduk—kini bisa ditempuh lebih cepat hingga 4 jam. Jembatan ini memangkas jarak tempuh lebih dari 140 kilometer.
Realisasi Target Mangkrak
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meresmikan langsung jembatan tersebut bertepatan dengan momen bulan suci Ramadan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena proyek yang sempat direncanakan sejak 2014 ini akhirnya tuntas.
Rudy menyebut penyelesaian jembatan ini merupakan buah dari ketegasan pemerintah dalam mengeksekusi program pembangunan.
“Alhamdulillah, di bulan penuh berkah Ramadan kita akan resmikan Jembatan Nibung di Kutai Timur hari ini,” kata Rudy Mas’ud.
“Kami sangat senang, karena baru setahun kami menjabat, Jembatan Nibung akhirnya bisa kita selesaikan. Kalau saya tidak keras, mungkin belum tentu selesai juga jembatan ini,” tambahnya.
Selain mempermudah akses pariwisata, keberadaan Jembatan Nibung diharapkan mampu mendongkrak efisiensi ekonomi warga sekitar. Mobilitas barang dan jasa antar-kecamatan hingga antar-kabupaten kini tidak lagi terhambat oleh antrean feri maupun kondisi jalan memutar yang melelahkan. (adv)





