NUSANTARA TERKINI – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjamin kebutuhan pangan nasional berada dalam kondisi yang sangat terkendali. Ketersediaan beras dinilai melimpah untuk menutupi konsumsi masyarakat dalam waktu yang cukup panjang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan ketersediaan pangan saat ini terpantau sangat aman. Total cadangan beras nasional diprediksi sanggup memenuhi kebutuhan hingga 324 hari atau sekitar sepuluh bulan mendatang.
“Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Amran di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).
Amran memaparkan volume produksi beras nasional saat ini berada di atas angka rata-rata konsumsi bulanan. Total ketersediaan beras di dalam negeri menyentuh angka hampir 28 juta ton yang mencakup cadangan Bulog serta padi siap panen.
Ia menjabarkan produksi padi terus terjaga dengan baik. Angka panen pada beberapa bulan tertentu bahkan diyakini sanggup menyentuh 5,7 juta ton.
“Sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.
Cadangan Bulog dan Mitigasi Iklim
Pasokan beras yang dikelola oleh Perum Bulog diproyeksikan meroket hingga lima juta ton dalam dua bulan ke depan. Kondisi ini sejalan dengan datangnya musim panen raya di berbagai wilayah sentra pertanian tanah air.
“Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelas Amran.
Pemerintah juga telah memperluas program pompanisasi untuk mengairi lahan seluas 1,2 juta hektare sejak tahun lalu. Tahun ini terdapat tambahan satu juta hektare lahan lagi demi menjaga stabilitas produksi padi di tengah ancaman kemarau.
“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi,” ungkapnya.
Ketersediaan pupuk saat ini juga melimpah dengan harga yang menyusut hingga 20 persen. Penurunan harga ini diyakini mampu mendongkrak semangat para petani untuk terus menggarap sawah mereka secara maksimal.
“Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” imbuh Amran.
Berbagai langkah strategis dari optimalisasi lahan rawa hingga penyediaan pompa irigasi terus dikebut demi pemenuhan pasokan domestik. Semua upaya tersebut diharapkan sanggup menangkal dampak buruk fenomena El Nino maupun ketegangan geopolitik dunia.
“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkasnya.





