Kecelakaan Bus Damri di Jalur Rawan Berau-Samarinda, 20 Penumpang Dipastikan Selamat

diterbitkan: Selasa, 10 Maret 2026 12:54 WITA

NUSANTARA TERKINI – Kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan bagi para pengendara yang melintasi jalur darat lintas kabupaten, khususnya pada malam hingga dini hari. Sebuah insiden kecelakaan tunggal menimpa bus Damri rute Berau–Samarinda di area Tepian Langsat pada Selasa (10/03/2026) dini hari.

Bus antarkota berwarna biru tersebut dilaporkan kehilangan kendali hingga akhirnya terperosok dan terguling ke sisi jalan yang merupakan area perkebunan kelapa sawit. Kejadian di jalur yang dikenal cukup rawan dan minim penerangan ini menjadi peringatan keras bagi pengemudi lain yang melintas di poros tersebut.

Baca juga  Hari Kedua Pencarian Hasilnya Nihil, 3 Korban Laka Speedboat di Perairan Bulungan Belum Ditemukan

Ditemukan oleh Pengendara yang Melintas

Insiden nahas ini pertama kali diketahui oleh pengendara lain yang sedang melintas di lokasi kejadian pada dini hari. Dalam sebuah rekaman video amatir yang diterima oleh redaksi Berauterkini.co.id, terlihat jelas badan bus berukuran besar itu sudah dalam posisi terbalik di area perkebunan.

Perekam video yang turun untuk meninjau lokasi langsung memberikan laporan pandangan mata dan meminta bantuan evakuasi.

“Damri terbalik sebelum Tepian Langsat, mohon dibantu ini. Ini masuk ke jalur kiri arah Samarinda,” ujar warga perekam video tersebut sembari memperlihatkan kondisi bus yang terperosok.

Baca juga  Laka Air di Sungai Temangga, 3 Meninggal Dunia, 4 Dalam Pencarian

20 Penumpang Lolos dari Maut

Meski kondisi bus tampak memprihatinkan akibat terguling ke luar lajur aspal, kabar baik langsung menyertai laporan awal tersebut. Berdasarkan penuturan di lokasi kejadian, seluruh penumpang bus dinyatakan selamat dari maut.

“Ada 20 orang, selamat semua ya. Alhamdulillah selamat semua,” sambung perekam video memastikan kondisi para korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen Damri terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Apakah insiden dipicu oleh faktor kelelahan sopir (microsleep), kondisi teknis kendaraan, atau kendala medan jalan yang gelap dan licin masih menjadi misteri.

Baca juga  Korban Laka Speedboat Dapat Pendampingan Trauma Healing

Mengingat kondisi cuaca dan medan jalan poros Berau–Samarinda yang menantang, para pengguna jalan diimbau untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan segera beristirahat jika merasa lelah, terutama saat berkendara pada dini hari.

Bagikan:
Berita Terkait