Polri Siagakan 161 Ribu Personel Gabungan Amankan Mudik Idul Fitri 2026, Respon Cepat di Layanan Darurat 110

diterbitkan: Kamis, 12 Maret 2026 06:20 WITA

NUSANTARA TERKINI – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan mudik lebaran Idul Fitri 2026 yang aman, lancar dan responsif.

Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo menyampaikan, untuk pengamanan mudik lebaran di seluruh Indonesia, Polri menyiagakan 161 ribu personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026.

Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga perayaan Idul Fitri.

Selain kekuatan personel, Polri juga menyiapkan 2.746 pos, yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pos-pos inj tersebar di jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata dan tempat ibadah.

Baca juga  Integritas DPR menentukan Arah Pemilihan

Wakapolri menegaskan, pengamanan mudik tahun ini tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas konvensional seperti one way atau contraflow, tapi juga mengedepankan transformasi layanan publik melalui digitalisasi respons darurat.

“Polri juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik,” kata Wakapolri dalam Press Conference Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 dan Pengamanan Nasional di Kantor Staf Presiden, Rabu (11/3/2026).

Layanan 110 dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan. Dalam situasi darurat di jalur mudik, baik kecelakaan, gangguan keamanan, maupun kendala teknis kendaraan.

Baca juga  Teguh Santosa Apresiasi Prestasi Pelajar Batam Berhasil Terbitkan 4 Karya Tulis Go Nasional

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” jelasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi kedaruratan di tengah mobilitas tinggi saat mudik lebaran.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan mudik nasional sangat bergantung pada integrasi layanan publik lintas kementerian dan lembaga.

Baca juga  Jelang Pemilu, Kapolda Kaltara Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Kodam VI Mulawarman

Pemerintah juga menyiagakan 386 posko layanan komunikasi serta sekitar 2.700 pos layanan kesehatan guna memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat jika menghadapi kendala selama perjalanan.

Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, digitalisasi layanan darurat 110, serta integrasi layanan lintas sektor tersebut menandai babak baru dalam manajemen mudik nasional yang mengedepankan ekosistem responsif.

Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman dan tenang, sekaligus merasakan kehadiran negara yang sigap melindungi warganya di setiap perjalanan menuju kampung halaman. (**)

Bagikan:
Berita Terkait