Perkuat Penyangga IKN, Pemprov Kaltim dan Pemkab Kubar Kebut Aspal Jalan Bongan–Gerunggung

diterbitkan: Kamis, 4 Juni 2026 05:31 WITA
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin saat melakukan penyampian percepatan peningkatan jalan Kecamatan Bongan.

NUSANTARA TERKINI – Akselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres signifikan.

Langkah konkret ditunjukkan lewat penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) yang resmi menyepakati percepatan penanganan ruas jalan Bongan–Gerunggung.

Proyek rekonstruksi jalan poros ini tidak sekadar bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat lokal, melainkan memegang peran vital dalam membuka konektivitas wilayah pedalaman Kutai Barat agar terintegrasi langsung dengan episentrum pertumbuhan ekonomi baru di kawasan IKN.

Komitmen Pemprov Kaltim Gelontorkan Pengaspalan 34 Kilometer

Kepastian penanganan jalur strategis ini diperoleh setelah Pemkab Kubar mengajukan usulan dukungan prioritas yang direspons cepat oleh Pemprov Kaltim. Dalam pembahasan penyesuaian belanja infrastruktur pelayanan publik yang bergulir pada Mei 2026 lalu, kedua belah pihak sepakat mengucurkan anggaran melalui APBD Provinsi Kaltim Tahun Anggaran 2026.

Baca juga  Peningkatan Potensi Pencarian dan Perlindungan, KPP Balikpapan Gelar Pelatihan SAR Medical Fisrt Responder Tahun 2024

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, mengungkapkan bahwa kepastian ini menjadi angin segar bagi pemerataan pembangunan di wilayahnya, khususnya di Kecamatan Bongan yang letak geografisnya berbatasan langsung dengan perimeter IKN.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengundang Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kami menyepakati penanganan melalui APBD Provinsi Kaltim berupa kegiatan Rekonstruksi Jalan Bongan–Gerunggung,” jelas Frederick dalam konferensi pers di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kubar, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan skema kerja sama yang disepakati, total panjang jalan yang diintervensi oleh Pemprov Kaltim mencapai 34 kilometer pada ruas Jalan Poros Trans Kalimantan–Kilometer 88–Lemper–Deraya–Tanjung Soke–Gerunggung. Adapun rincian teknis pembangunannya meliputi:

  • Pekerjaan Konstruksi Aspal: Sepanjang 19,2 kilometer untuk mengunci ketahanan jalan jangka panjang.
  • Pekerjaan Lapisan Agregat: Sepanjang 14,8 kilometer sebagai pengerasan dasar badan jalan.
Baca juga  Otorita IKN Mendukung Penyelenggaraan Pemilu di Wilayah IKN

Pelaksanaan proyek makro ini akan dikerjakan secara kolaboratif antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kaltim dengan Dinas PUPR Kubar. Menariknya, pasca-rampungnya seluruh sirkulasi proyek fisik, aset jalan tersebut akan langsung dihibahkan kembali kepada Pemkab Kubar agar keselarasan statusnya sebagai jalan kabupaten tetap terjaga.

Pancing Pertumbuhan Ekonomi dan Layanan Dasar Pedalaman

Penanganan jalan poros Bongan–Gerunggung ini melengkapi investasi jangka panjang yang telah ditanam oleh Pemkab Kubar.

Tercatat, sepanjang periode tahun 2017 hingga 2025, Pemkab Kubar telah menguras kas daerah sebesar Rp69,57 miliar untuk merekonstruksi 8,25 kilometer jalan, membangun satu unit jembatan bailey, serta membuka jalur darurat di 12 titik sungai dan anak sungai.

Baca juga  Tiga Hari Dibuka, Trafik Lalu Lintas Tol IKN Tembus 9.000 Kendaraan

Tak berhenti di situ, pada APBD 2026 ini, Pemkab Kubar kembali menyuntikkan dana pendamping sebesar Rp10 miliar secara mandiri untuk mengecor jalan beton (semenisasi) sepanjang dua kilometer sebagai wujud keseriusan daerah menopang IKN.

Frederick Edwin optimistis, ketika jalan poros utama ini mulus dan terbebas dari jerat isolasi, dampaknya akan meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat pedalaman, melampaui sekadar urusan transportasi.

“Penanganan terhadap ruas konektivitas ini tentu memberikan dampak yang sangat signifikan bagi kawasan penyangga IKN. Jalan yang mantap akan membuka keran masuknya peningkatan akses pelayanan publik lainnya, mulai dari jaringan air bersih dan sanitasi, pasokan listrik, peningkatan mutu layanan pendidikan dan kesehatan, hingga memicu penguatan aktivitas ekonomi masyarakat secara luas,” pungkas Frederick.(*adv/Diskominfo Kubar)

Bagikan:
Berita Terkait