Rute Kapal Balikpapan-Surabaya Makin Padat, Pelni Geber Lima Armada

diterbitkan: Sabtu, 14 Maret 2026 02:05 WITA

NUSANTARA TERKINI PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni Cabang Balikpapan bersiap menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Fokus pengamanan arus penumpang bertumpu pada penambahan armada laut dan frekuensi pelayaran rute sibuk.

Jalur pelayaran Balikpapan menuju Surabaya diprediksi menjadi rute terpadat pada musim mudik tahun ini. Pelni mengambil langkah antisipasi dengan melipatgandakan jadwal keberangkatan kapal untuk rute favorit pemudik tersebut.

Pada kondisi normal rute menuju Jawa Timur itu hanya dilayani satu sampai dua kali pelayaran dalam sebulan. Menyambut arus mudik Lebaran jadwalnya didongkrak secara tajam hingga menyentuh angka tujuh kali pelayaran.

Baca juga  Cara Pemkab Kubar Memagari Identitas Daerah Lewat Payung Hukum Adat

Strategi Atasi Kenaikan Penumpang

Kepala Cabang Pelni Balikpapan Ridwan Mandaliko membeberkan armada reguler tahun ini awalnya hanya berjumlah tiga unit. Pihaknya merespons lonjakan jumlah penumpang di luar kebiasaan dengan segera menyiagakan kapal tambahan.

“Tahun ini secara reguler ada tiga kapal, namun karena melihat okupansi penumpang sangat tinggi, kami menambah dua kapal ekstra,” ungkap Ridwan, Sabtu (14/3/26).

Baca juga  Kerap Resahkan Nelayan Lokal, Pos AL Tanjung Batu Amankan 15 Manusia Perahu

Armada yang siap mengawal kelancaran arus mudik laut meliputi KM Dorolonda, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Dobonsolo, dan KM Sinabung. Ridwan memproyeksikan adanya lonjakan penumpang hingga enam persen dibandingkan catatan tahun sebelumnya.

Pelni juga memastikan pelayaran tetap aman dengan mematuhi batas maksimal dispensasi kapasitas yang diatur Kementerian Perhubungan. Kuota tambahan dibatasi hanya berkisar 40 sampai 42 persen dari total kapasitas guna menjaga standar keselamatan pelayaran.

Baca juga  Tak Lagi Gelap Gulita, Wilayah Perkotaan dan Talisayan Segera Dipasangi Lampu Jalan Baru

Penambahan dua unit kapal ekstra ini diyakini mampu mengakomodasi derasnya arus pemudik laut yang ingin pulang kampung. Keputusan strategis tersebut otomatis mengubah postur kekuatan angkutan laut yang melayani masyarakat Balikpapan.

“Jadi dari sebelumnya tiga kapal yang beroperasi di Balikpapan menjadi lima kapal,” pungkasnya.

Bagikan:
Berita Terkait