NUSANTARA TERKINI,- Menjelang perayaan Idulfitri pemandangan tak biasa menghiasi ruas Jalan Al Bina, Kelurahan Gunung Panjang.
Ratusan warga yang didominasi kaum ibu rumah tangga, atau emak emak rela antre mengular demi mendapatkan pasokan gas elpiji tiga kilogram pada Kamis (12/3/2026).
Kepanikan melanda warga karena takut dapur mereka tidak mengebul saat hari raya tiba. Saking panjangnya antrean di Pangkalan Dinara, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang.
Kondisi sulitnya mencari gas melon ini diakui warga sudah terasa sejak beberapa hari terakhir.
Bukan Langka Cuma Pengisian Lambat
Menangapi fenomena antrean panjang tersebut Koordinator Lapangan PT Samba Jaya Abadi Anam angkat bicara.
Mewakili pihak agen penyalur gas elpiji ke sejumlah pangkalan di Berau, ia menegaskan bahwa secara teknis yang terjadi di lapangan bukanlah kelangkaan stok secara total.
“Bukan langka pengisiannya aja yang lambat,” ujar Anam memberikan klarifikasi singkat.
Ia memberkan bahwa, pasokan gas terhenti akibat lambatnya proses pengisian di stasiun Kampung Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur.
Rantai pasok yang tersendat di tingkat hulu ini otomatis membuat pihak agen gigit jari selama hampir sepekan.
Hal ini berimbas langsung pada pembatasan stok di tingkat pangkalan maupun warung pengecer.
“Agen ini dapatnya penyaluran dari pengisian, jika di pengisiannya belum dapat antrean agennya. Ya pangkalan enggak ada. Itu aja enggak ada yang lain, kompensasi cukup di situ,” jelasnya.
Butuh Penjelasan Pihak Stasiun
Anam juga berasumsi bahwa, krisis gas ini murni dipicu oleh permintaan jelang Lebaran yang cukup tinggi. Menurutnya, kendala distribusi serupa pernah terjadi pada bulan November tahun lalu.
“Karena kebetulan saat ini momentumnya berdekatan dengan Idulfitri, ketakutan warga menjadi jauh lebih masif,”katanya.
Terkait alasan pasti lambatnya proses pengisian di Kampung Samburakat, Anam mengaku tidak mengetahui rinciannya.
Ia menilai pihak stasiun pengisian gas adalah instansi yang paling kompeten untuk memberikan penjelasan transparan kepada masyarakat, agar keresahan masyarakat Berau tidak semakin meluas.(*)





