NUSANTARA TERKINI ,- Ancaman bahaya virus campak yang memicu komplikasi paru-paru hingga radang otak membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Berau bergerak cepat.
Di tengah maraknya temuan kasus campak di berbagai daerah, pemerintah daerah terus berupaya memastikan seluruh anak mendapatkan hak imunisasi dasar secara lengkap.
Sayangnya langkah mulia ini kerap terganjal oleh masifnya peredaran berita bohong atau hoaks di media sosial.
Penanggung Jawab Program Imunisasi Diskes Berau, Hadi membeberkan bahwa, angka pencapaian vaksinasi di Berau selalu terpuruk di bawah 70 persen selama tiga tahun terakhir.
Bahkan target capaian 89 persen pada tahun lalu terpaksa meleset jauh dari harapan.
“Banyak masyarakat yang termakan persepsi salah karena lebih percaya media sosial dengan berita hoaks sehingga menganggap imunisasi itu tidak penting dan akhirnya menolak memvaksin anaknya,” ungkapnya.
Turun Tangan Kepung Pelosok Biduk Biduk
Menyadari promosi kesehatan bulanan saja tidak cukup, Diskes Berau kini menyusun strategi jemput bola yang lebih agresif.
Mereka memutuskan untuk menggandeng elemen lintas sektor guna memberikan edukasi langsung dan menyeluruh kepada masyarakat.
Terlebih lagi indikator imunisasi kini telah masuk sebagai salah satu tolok ukur utama yang menyediakan gizi anak.
Aksi nyata kolaborasi lintas sektor ini akan menyasar Kecamatan Biduk Biduk pada 31 Maret mendatang.
Rombongan tenaga kesehatan akan turun langsung merangkul camat, kepala kampung hingga barisan kader ibu PKK setempat untuk meyakinkan warga.
“Jadi anak-anak yang usianya cukup tapi belum mendapatkan vaksin tersebut kita kejar nih,” tegas Hadi.
Sasar Kantong Penolakan dan Wilayah Terpencil
Fokus utama dari operasi jemput bola ini adalah, menyelamatkan anak-anak yang bermukim di daerah pelosok dengan akses infrastruktur yang terbatas.
Tidak hanya itu, petugas gabungan juga tidak akan ragu untuk mendatangi langsung rumah warga yang selama ini keras menolak program vaksinasi rutin dari pemerintah.
“Kemudian juga anak anak yang bisa dibilang orang tuanya mendapat penolakan. Jadi juga akan tetap masuk ke sana,” imbuhnya.
Sebagai pengingat, imunisasi campak wajib diberikan dalam tiga tahapan lengkap untuk membentuk kekebalan tubuh.
Dosis pertama disuntikkan saat bayi berusia sembilan bulan, disusul dosis kedua pada usia 18 bulan dan dosis pamungkas diberikan saat anak duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah. (*)





