NUSANTARA TERKINI,- Pergerakan penumpang di Bandar Udara Juwata Tarakan mulai menunjukkan peningkatan grafik yang signifikan.
Menyambut puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi jatuh pada 18 Maret 2026, otoritas bandara mengambil langkah proaktif untuk mengamankan rute penerbangan yang paling padat.
Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I Utama, Bandara Juwata Tarakan, Bambang Hartato mengungkapkan bahwa, penerbangan menuju Balikpapan mendominasi pergerakan pemudik tahun ini.
Tingginya lalu lintas pada rute tersebut dinilai sangat wajar, mengingat Balikpapan merupakan pintu gerbang utama bagi warga Kalimantan Utara untuk transit dan melanjutkan perjalanan ke berbagai kota besar di Indonesia.
Sinergi Posko Lintas Instansi
Demi memastikan keamanan dan kenyamanan ribuan pemudik, pihak bandara telah resmi mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran 2026.
Bambang menjelaskan, pengamanan jalur yang sibuk ini tidak dilakukan sendirian, melainkan melibatkan sinergitas lintas instansi.
Posko terpadu tersebut diisi oleh personel gabungan dari BMKG, AirNav, TNI AU, Bea Cukai, Imigrasi hingga otoritas Karantina.
Kolaborasi di lapangan ini bertujuan meminimalisir potensi kendala operasional, sekaligus memberikan respon cepat jika terjadi kepadatan penumpang.
“Semua pihak kerjasama memastikan pelayanan penerbangan selama periode krusial ini, berjalan aman dan sesuai standar keselamatan regulasi penerbangan nasional,”jelasnya.
Opsi Penerbangan Tambahan
Mengantisipasi peningkatan pemudik yang sudah mulai terasa sejak 12 Maret lalu, pengelola bandara juga terus berkomunikasi secara intensif dengan sejumlah maskapai komersial.
Saat ini Bandara Juwata melayani delapan slot penerbangan reguler setiap harinya. Namun Bambang membocorkan informasi bahwa, maskapai di bawah naungan Lion Group bersiap membuka jadwal penerbangan tambahan khusus rute Tarakan menuju Balikpapan mulai 15 Maret 2026.
“Kami berharap proses angkutan Lebaran tahun ini berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat” pungkasnya.(*)
Tidak hanya fokus mengawal warga yang pulang kampung posko gabungan ini juga akan terus bersiaga penuh pengamanan fase arus balik yang mulai diproyeksikan mulai naik pada 25 Maret 2026 mendatang.(*)





