NUSANTARA TERKINI – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali mengambil langkah strategis untuk mempertebal pertahanan di beranda depan negara.
Sebanyak 400 personel prajurit baru resmi dikerahkan ke Provinsi Kalimantan Utara atau yang dikenal dengan julukan Bumi Benuanta.
Ratusan prajurit tangguh tersebut tiba di lokasi penugasan pada Selasa (10/3/2026).
Kedatangan mereka langsung disambut secara resmi melalui upacara kemiliteran yang digelar oleh jajaran Korem 092/Maharajalila.
Berdasarkan keterangan resmi dari Penerangan Kodam (Penkodam) VI/Mulawarman, penambahan pasukan berskala besar ini merupakan wujud nyata penguatan struktur organisasi TNI AD di wilayah utara Indonesia.
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, memberikan atensi khusus terkait pengerahan pasukan ini.
Amanat tegas dari Pangdam tersebut dibacakan langsung oleh Kasrem 092/Maharajalila di hadapan para prajurit saat upacara penyambutan.
Ratusan personel ini diinstruksikan untuk segera menempati satuan tempur baru yang dibentuk di garis depan pertahanan Kalimantan Utara.
Mereka akan disebar untuk mengisi kekuatan Batalion Infanteri Kerangka (Yonif TP) 921/Intimung dan Yonif TP 922/Upun Taka.
“Personel Yonif TP ini memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan,” tegas Mayjen TNI Krido Pramono dalam amanat tertulisnya.
Pascaupacara penyambutan, seluruh prajurit dijadwalkan segera melaksanakan Pergeseran Pasukan (Serpas) menuju markas asrama masing-masing.
Pasukan yang ditugaskan untuk mengisi Yonif TP 921/Intimung langsung dimobilisasi menuju wilayah Kabupaten Malinau.
Sementara itu, personel yang tergabung dalam Yonif TP 922/Upun Taka dikerahkan untuk menempati markas satuan yang berada di wilayah Kabupaten Tana Tidung.
Proses pergeseran ratusan prajurit beserta persenjataannya ini dikoordinasikan secara ketat oleh Komandan Detasemen Pembekalan Angkutan (Dantebek) Tarakan.
Koordinasi melekat juga dilakukan bersama unsur pimpinan batalion terkait guna memastikan seluruh personel tiba di lokasi tujuan dengan aman dan selamat.
Kehadiran dua satuan tempur baru di tapal batas ini diharapkan mampu menjadi benteng kokoh dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain berfokus pada pertahanan, para prajurit TNI AD ini juga diharapkan mampu membangun sinergi yang solid bersama pemerintah daerah dan elemen masyarakat di Malinau serta Tana Tidung.





