NUSANTARA TERKINI – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan laporan optimistis mengenai performa investasi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan strategis yang digelar di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat (24/4/2026), Rosan memaparkan capaian impresif pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data kementerian, realisasi investasi pada triwulan I 2026 telah menembus angka Rp 498,8 triliun. Angka ini setara dengan 24,4 persen dari total target investasi nasional tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Pencapaian ini dinilai sebagai fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun. Apalagi, investasi yang masuk tidak hanya berupa angka, tetapi memberikan dampak nyata pada sektor riil.
“Capaian realisasi investasi pada triwulan I 2026 tercatat Rp 498,8 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang atau naik 18,9 persen secara year on year,” ungkap Rosan dalam keterangannya.
Arahan Prabowo: Hilirisasi dan Danantara
Presiden Prabowo Subianto menyambut baik laporan tersebut dan memberikan arahan khusus guna memastikan investasi tetap memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Fokus utama Presiden tetap pada percepatan hilirisasi industri dan penguatan program prioritas Danantara.
Melalui unggahan di media sosial resminya, Rosan menyampaikan apresiasi atas instruksi langsung dari Presiden untuk memastikan keberlanjutan investasi yang berkualitas.
“Terima kasih Bapak Presiden @prabowo atas arahan terkait percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas Danantara, hari ini di Hambalang,” tulis Rosan.
Hilirisasi Jadi Lokomotif Utama
Menteri Rosan meyakini bahwa hilirisasi akan tetap menjadi magnet utama bagi investor asing maupun domestik.
Dengan realisasi yang sudah mencapai hampir seperempat dari target tahunan hanya dalam waktu tiga bulan, pemerintah optimistis angka Rp 2.041,3 triliun dapat tercapai di akhir tahun.
Sinergi antara kebijakan investasi dan penguatan kelembagaan melalui Danantara diharapkan mampu menciptakan iklim bisnis yang lebih kompetitif.
Selain itu, peningkatan penyerapan tenaga kerja yang signifikan menunjukkan bahwa investasi yang masuk saat ini mulai merambah ke sektor-sektor padat karya dan pengolahan.
Pertemuan di Hambalang ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui arus modal yang berkelanjutan dan terfokus pada kemandirian industri dalam negeri.(Fawdi/NT)






