Bukan Sekadar Alam, Disbudpar Berau Siapkan Strategi Wisata Terintegrasi Melalui RIPARDA 2026

diterbitkan: Sabtu, 25 April 2026 02:42 WITA
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso.

NUSANTARA TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau sedang memfinalisasi perubahan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) 2026.

Dokumen ini menajamkan arah baru pembangunan wisata yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada pengembangan potensi wisata berbasis air di Bumi Batiwakkal.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budhisantosa, menegaskan, transformasi konsep pariwisata sangat diperlukan.

Hal ini bertujuan agar pariwisata daerah lebih adaptif terhadap tren global masa kini.

Prinsip utamanya adalah menjaga keberlanjutan lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

Berau dinilai memiliki kekuatan besar pada sektor wisata berbasis air atau water-based tourism.

Baca juga  Bupati Berau Hadiri Pertemuan Terbatas Apkasi dan Komisi II DPR RI

Potensi tersebut mencakup kekayaan sungai, danau, kawasan pesisir, hingga wisata bahari kelas dunia.

Oleh karena itu, kebijakan ke depan akan menonjolkan identitas tersebut sebagai ciri khas daerah.

“Berau ini kuat di wisata air. Maka pengembangannya kita fokuskan ke sana,” ujar Yudha.

Meskipun fokus pada pengembangan, prinsip berkelanjutan tetap menjadi prioritas yang paling utama. 

Pemerintah tidak ingin pembangunan pariwisata justru merusak kelestarian lingkungan asli daerah. 

Keseimbangan antara ekonomi dan konservasi alam menjadi kunci dalam dokumen RIPARDA terbaru ini.

Baca juga  Intip Pesona Agrowisata Buyung-Buyung, Bisa Wisata Sambil Belajar Tanam Padi di Lahan 1.000 Hektare

Disbudpar juga mempercepat penetapan kawasan strategis pariwisata kabupaten di berbagai titik potensial. 

Penetapan ini bertujuan agar pembangunan destinasi tidak lagi berjalan secara sporadis atau tidak teratur. 

Kawasan pengembangan pariwisata juga akan diatur lebih rapi melalui pemetaan yang matang.

Upaya lain yang menjadi perhatian besar adalah percepatan penetapan Karst Sangkulirang–Mangkalihat sebagai geopark. 

Kawasan ini memiliki nilai geologi, budaya, dan ekosistem yang sangat kuat. 

Geopark tersebut diproyeksikan menjadi daya tarik unggulan sekaligus aset konservasi nasional.

Perubahan RIPARDA juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. 

Baca juga  Hadirkan Etalase Produk Unggulan Daerah, Pemkab Berau Akan Bangun UMKM Center

Pemerintah ingin memastikan pelaku wisata lokal mampu bersaing dan memberikan pelayanan yang berkualitas.

Dengan demikian, dampak ekonomi dari sektor ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Di sisi promosi, pemerintah daerah mulai mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan platform digital. 

Pemasaran secara daring dan pengembangan acara kreatif akan menjadi magnet baru bagi wisatawan. 

Integrasi antara alam, budaya, dan pelayanan prima diharapkan menjadi identitas baru pariwisata Berau.

“Ke depan, pariwisata Berau tidak hanya soal keindahan alam, tapi juga pengalaman yang terintegrasi,” kata Yudha. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait