NUSANTARA TERKINI — Kabupaten Berau memamerkan keindahan bawah lautnya dalam ajang internasional bergengsi, Deep and Extreme Indonesia (DXI), yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 22-26 April 2026.
Tema utama yang diusung adalah pemasaran wisata bawah laut serta petualangan alam liar bagi para pecinta lingkungan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau secara khusus mempromosikan kekayaan biota laut yang luar biasa.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menonjolkan fenomena barracuda schooling dan aktivitas paus orca di perairan Maratua.
Daya tarik ini berhasil memikat perhatian banyak pengunjung nasional maupun mancanegara yang hadir di lokasi.

“Wisata alam petualangan seperti di Karst Merabu salah satu yang menarik perhatian para pengunjung booth kabupaten Berau,” ungkap Yudha.
Disbudpar Berau juga melibatkan para pelaku industri pariwisata daerah dalam ajang berskala besar ini.
Hasilnya, pada hari pertama pameran, para pelaku usaha berhasil dipertemukan langsung dengan para pembeli potensial.
Kerja sama ini membuahkan hasil positif dengan terjualnya sejumlah paket wisata bawah laut kepada para pengunjung.
“Pelaku industri sebagai mitra kami berhasil melakukan penjualan beberapa paket di event ini,” jelas Yudha.
Ajang DXI 2026 ini dibuka secara resmi oleh Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi dengan jumlah kunjungan yang terus meningkat setiap harinya.
Banyak warga merasa penasaran dengan keunikan satwa laut yang hanya dimiliki oleh perairan Kabupaten Berau.
Menteri AHY sempat menyambangi booth Disbudpar Berau didampingi Menteri Transmigrasi serta Wakil Menteri Pariwisata.
Kehadiran para pejabat negara ini memberikan semangat tambahan bagi tim promosi dari daerah.
Yudha mencatat lebih dari 300 orang telah mengunjungi booth Berau pada hari pertama pembukaan pameran.
Keunikan ubur-ubur di Pulau Maratua menjadi salah satu alasan utama tingginya minat para pelancong.
Spesies ini dianggap langka karena tidak ditemukan di destinasi wisata lain di Indonesia maupun dunia.
Ketertarikan pengunjung yang stabil membuktikan Berau tetap menjadi destinasi unggulan bagi para penyelam internasional.
“Jumlah pengunjung di atas rata-rata memiliki ketertarikan dan minat terhadap jenis-jenis biota laut Berau,” tuturnya.
Guna memberikan informasi yang lengkap, Disbudpar menyajikan berbagai media promosi seperti brosur dan video menarik.
Petugas di lapangan juga memberikan penjelasan mendalam terkait aksesibilitas serta fasilitas penunjang di setiap destinasi.
Penawaran paket wisata khusus bawah laut menjadi ujung tombak dalam menarik minat investasi pariwisata.
Pihak penyelenggara juga memberikan panggung bagi Kabupaten Berau untuk memaparkan potensi daerah melalui sesi talk show.
Acara ini disiarkan secara langsung dan menjangkau lebih banyak audiens di luar area pameran.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Bumi Batiwakkal pada tahun ini.
“Kita juga diberi kesempatan untuk menyampaikan destinasi wisata tersebut melalui acara talk show,” tutup Yudha. (Adv)






