NUSANTARA TERKINI – Upaya pencarian intensif terhadap warga Desa Genting Tanah yang dikabarkan hilang di perairan Sungai Belayan akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur berhasil mengevakuasi jasad korban pada Senin (27/4/2026).
Korban yang diidentifikasi bernama Heriyadi (39), warga RT 08 Desa Genting Tanah, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam sejak Sabtu (25/4/2026).
Keberhasilan penemuan ini merupakan buah dari sinergi taktis di lapangan antara Basarnas, BPBD, Polsek Kembang Janggut, petugas Trantib kecamatan, hingga barisan pemadam kebakaran yang terus memantau pergerakan arus sungai selama dua hari terakhir.
Penemuan di Kawasan Nangka Jawa
Jasad Heriyadi pertama kali terlihat oleh dua warga lokal, Takim dan Idil, sekitar pukul 03.30 WITA di kawasan perairan Nangka Jawa. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan telungkup dan mengapung di aliran sungai.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Kembang Janggut, Rifani, membenarkan koordinasi cepat yang dilakukan tim di lapangan segera setelah laporan warga diterima dari Pos 1 wilayah Nangka Jawa.
“Korban ditemukan mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘Sama Indah’ dan celana panjang cokelat. Tim segera bergerak ke titik koordinat tersebut untuk melakukan evakuasi di tengah kondisi dini hari,” jelas Rifani.
Sinergi Lintas Instansi dalam Evakuasi
Proses evakuasi berlangsung dramatis namun terukur berkat kesiapan tim SAR gabungan yang sudah bersiaga di sekitar wilayah Kembang Janggut. Setelah berhasil diangkat dari sungai, jenazah langsung ditangani untuk prosedur identifikasi akhir sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Rifani memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak, baik petugas resmi maupun masyarakat yang aktif memberikan informasi akurat di sepanjang aliran Sungai Belayan.
“Kami bersyukur tim dapat bekerja dengan cepat sehingga korban bisa segera dipulangkan ke keluarga. Kami berharap sinergi ini terus terjaga, namun tentu kita berdoa agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang,” pungkasnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya Heriyadi masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, sementara pihak kecamatan terus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan yang memiliki arus deras.(Fatur/NT)






