Minim Anggaran, KONI Berau Cari Dukungan CSR untuk Keberangkatan Porprov Kaltim

diterbitkan: Selasa, 28 April 2026 12:32 WITA
Porprov Kaltim
Ketua KONI Berau Taupan Madjid (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Keterbatasan alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak menyurutkan langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau untuk menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser.

Sebagai solusi atas minimnya dana hibah, KONI Berau kini membidik dukungan dari sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Langkah “jemput bola” ini diambil guna memastikan para atlet yang telah lolos kualifikasi tetap bisa berangkat dan bertanding secara maksimal.

Ketua KONI Berau, Taufan Madjid, mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini memang sangat terbatas untuk mengakomodasi kebutuhan 63 cabang olahraga (cabor) di bawah naungannya.

Baca juga  Berkat Pendampingan Pemerintah, Produk Madu Lokal Berau Tembus Pasar Nasional

“Kami sebenarnya ingin mengakomodasi banyak program dari cabor, tetapi kondisi keuangan daerah membuat itu tidak memungkinkan. Oleh karena itu, kami membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk berkontribusi,” ujar Taufan, Selasa (28/4/2026).

Kolaborasi Strategis dengan Swasta

Taufan menjelaskan bahwa skema pelibatan dunia usaha bukan hal baru bagi dunia olahraga Berau. Pada ajang Porprov sebelumnya, kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lokal maupun nasional yang beroperasi di Bumi Batiwakkal terbukti ampuh meringankan beban pembiayaan daerah.

Baca juga  Berkah Idulfitri, Satu Warga Binaan Rutan Tanjung Redeb Diusulkan Dapat Remisi Bebas

Dana CSR yang terkumpul nantinya diharapkan mampu menutup kekurangan biaya operasional, mulai dari perlengkapan tanding, uang saku atlet, hingga akomodasi selama berlaga di Kabupaten Paser.

KONI berharap pihak swasta dapat berperan sebagai “bapak angkat” bagi sejumlah cabor unggulan.

“Kami berharap sinergi ini kembali terjalin. Dukungan swasta sangat krusial untuk menjaga daya saing atlet kita di level provinsi,” tambahnya.

Seleksi Ketat Tetap Berjalan

Meski tengah mengupayakan tambahan dana dari luar pemerintah, KONI Berau tetap menerapkan prinsip efisiensi. Seleksi ketat tetap diberlakukan bagi 52 cabor yang telah dinyatakan lolos kualifikasi.

Baca juga  Asik Bermain di Pantai Biduk-biduk, Bocah 9 Tahun Tak Sadarkan Diri Dihantam Kayu Gelondongan

Taufan menegaskan bahwa prioritas keberangkatan akan diberikan kepada atlet yang memiliki potensi besar menyumbangkan medali, terutama emas.

Hal ini dilakukan agar setiap rupiah yang dikeluarkan—baik dari APBD maupun CSR—dapat menghasilkan prestasi yang nyata bagi Kabupaten Berau.

“Dana pembinaan tidak hanya untuk atlet, tetapi juga operasional administrasi yang selama ini juga terimbas kondisi fiskal. Kami harus realistis dengan menyusun skala prioritas yang lebih terukur demi hasil terbaik,” pungkasnya.(Ika/NT)

Bagikan:
Berita Terkait