NUSANTARA TERKINI– Persiapan menyambut Hari Raya Iduladha mulai menggeliat di Kabupaten Berau.
Para pedagang hewan ternak mulai mendatangkan pasokan sapi dari luar daerah untuk memenuhi permintaan masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban. Selasa (05/05/26).
Salah satu pedagang di Jalan H. Isa 3, Asriansyah, mengungkapkan bahwa aktivitas penyediaan hewan kurban saat ini sudah mulai berjalan intens.
Ia mengaku menyiapkan puluhan ekor sapi dengan berbagai jenis untuk memberikan pilihan bagi calon pembeli.
“Sekarang sudah ada 23 ekor di lokasi. Dalam waktu dekat, akan ada tambahan sekitar 28 ekor lagi yang didatangkan langsung dari Sulawesi,” terang Asriansyah.
Pilihan Beragam: Dari Sapi Bali hingga Limousin
Untuk menarik minat warga, Asriansyah menyediakan variasi jenis sapi yang cukup lengkap. Mulai dari sapi lokal seperti jenis Donggala dan Bali, hingga sapi berukuran besar seperti Simental dan Limousin.
Mengenai harga, ia memastikan belum ada lonjakan dibandingkan tahun lalu. Stabilitas harga ini diharapkan dapat menjaga antusiasme warga untuk berkurban di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Harganya bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya, mulai dari Rp20 juta per ekor hingga di atasnya. Sejauh ini harga masih stabil, sama seperti musim kurban tahun lalu,” tambahnya.
Pengetatan Biosekuriti dan Cek Darah
Mengingat hewan didatangkan dari luar pulau, aspek kesehatan menjadi poin krusial yang tidak bisa ditawar.
Asriansyah menegaskan bahwa setiap ekor sapi yang masuk ke Berau harus mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang lengkap dari daerah asal.
Tidak berhenti di situ, sesampainya di Berau, hewan-hewan tersebut kembali menjalani rangkaian tes medis untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat.
“Prosedurnya ketat. Surat kesehatan harus lengkap, dan setelah sampai di sini akan dicek kembali oleh petugas terkait. Bahkan dilakukan pengambilan sampel darah untuk memastikan sapi-sapi ini benar-benar sehat dan layak kurban,” pungkasnya.(Red/NT)






