Kontribusi PDRB Tembus Rp229 Triliun, Kaltim “Gendong” Ekonomi Pulau Kalimantan

diterbitkan: Jumat, 8 Mei 2026 08:30 WITA
Ekonomi Pulau Kalimantan
Aktivitas tongkang di jalur Sungai Mahakam, Samarinda-Kaltim.

NUSANTARA TERKINI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur merilis laporan capaian ekonomi daerah untuk periode Triwulan I-2026.

Hasilnya, Bumi Etam kembali mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif utama ekonomi di Pulau Borneo dengan kontribusi yang sangat dominan terhadap total ekonomi regional.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa secara spasial, Kalimantan Timur menyumbang sebesar 46,48 persen terhadap total perekonomian di Pulau Kalimantan.

Angka ini menegaskan bahwa hampir separuh perputaran ekonomi di seluruh pulau ini bersumber dari Kalimantan Timur.

Capaian PDRB dan Pertumbuhan Tahunan

Baca juga  Penyakit Tahunan Kembali Terulang, Gas 3 Kg Langka Jelang Lebaran

Berdasarkan data harga berlaku, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur pada awal tahun ini mencapai angka fantastis, yakni Rp229,08 triliun.

Sementara itu, jika dihitung berdasarkan harga konstan, nilainya tercatat sebesar Rp149,02 triliun.

Secara keseluruhan, ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 2,99 persen secara tahunan atau year-on-y (y-on-y). Meski angka pertumbuhan ini menunjukkan tren positif, terdapat dinamika menarik dalam struktur pembentuknya.

“Ini menunjukkan Kalimantan Timur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Kalimantan meskipun sektor ekstraktif mengalami perlambatan pada awal tahun,” ujar Mas’ud Rifai dalam penyampaian rilisnya di Samarinda.

Baca juga  Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Belum Bisa Terealisasi di Tahun Ini

Sektor Non-Tambang Jadi Penyelamat

Laporan BPS menyoroti adanya kontraksi sebesar 1,19 persen pada sektor pertambangan dan penggalian yang selama ini menjadi pilar utama Kaltim akibat penurunan produksi batu bara dan gas alam.

Namun, perlambatan ini berhasil diimbangi oleh sektor-sektor produktif lainnya.

Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan 3,57 persen, didorong oleh akselerasi proyek infrastruktur strategis seperti RDMP Balikpapan dan pengembangan ekosistem Ibu Kota Nusantara (IKN).

Aktivitas pertambangan di salah satu daerah di Kalimantan Timur.

Selain itu, sektor perdagangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, dipicu oleh meningkatnya konsumsi domestik selama masa Ramadan dan hari besar keagamaan.

Baca juga  Ubah Polusi Jadi Cuan, Kemenperin Kembangkan Teknologi Carbon Capture di Industri Semen

Harapan Struktur Ekonomi Berkelanjutan

Dominasi Kaltim sebesar 46,48 persen di Pulau Kalimantan memberikan harapan besar bagi pemerataan pembangunan regional.

Namun, pemerintah daerah tetap didorong untuk terus memperkuat diversifikasi ekonomi di luar sektor tambang.

Penguatan sektor industri pengolahan yang tumbuh 3,11 persen pada periode ini menjadi modal penting agar struktur ekonomi Kalimantan Timur lebih seimbang, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan, tanpa terlalu bergantung pada fluktuasi harga komoditas global.(Fatur/NT)

Bagikan:
Berita Terkait