Warga Bengkuring Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam, Harga Beras Naik Akibat Masalah Distribusi

diterbitkan: Jumat, 8 Mei 2026 07:00 WITA
Suasana gerbang masuk Pasar Bengkuring, Samarinda. (Foto: Kaltimetam)

NUSANTARA TERKINI – Kabar kurang sedap datang bagi emak-emak di kawasan Samarinda Utara. Harga komoditas beras di Pasar Bengkuring terpantau mengalami lonjakan signifikan pada awal Mei 2026.

Kenaikan ini dipicu oleh terhambatnya rantai distribusi dari daerah pemasok di luar Pulau Kalimantan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (7/5/2026), harga beras di pasar yang terletak di Jalan Bengkuring Raya tersebut merangkak naik antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per karung dibandingkan pekan sebelumnya.

Ketergantungan Pasokan dari Sulawesi

Baca juga  Bupati Berau Kukuhkan Paguyuban Persela, Harap Jadi Mitra Jaga Kondusivitas Daerah

Amirullah, salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Bengkuring, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini murni disebabkan oleh kendala logistik.

Sebagian besar stok beras yang beredar di pasar tradisional Samarinda memang masih sangat bergantung pada kiriman dari Sulawesi.

“Kalau beras ada kemungkinan kenaikan karena masalah transportasi. Pasokan beras ini memang kami datangkan langsung dari Sulawesi,” ujar Amirullah kepada media.

Masalah transportasi laut maupun distribusi darat dari pelabuhan menuju pasar disinyalir menjadi biang kerok tersendatnya pasokan, yang kemudian berujung pada penyesuaian harga di tingkat pengecer.

Baca juga  Hadapi Kemarau Mei-Oktober, Pemkab Berau Siapkan Pompa Air dan Embung bagi Petani

Telur Ayam Justru Melandai

Berbanding terbalik dengan beras, harga telur ayam ras justru membawa angin segar bagi konsumen. Komoditas protein ini mengalami penurunan harga dalam beberapa hari terakhir berkat pasokan yang relatif lancar.

“Satu rak telur ayam yang sebelumnya Rp52 ribu sekarang turun jadi Rp50 ribu per rak,” tambahnya.

Kelancaran stok dari daerah asal membuat ketersediaan telur di tingkat pedagang melimpah sehingga harga dapat ditekan.

Baca juga  Beberapa Bencana Kebakaran Terjadi dalam Satu Pekan, Korsleting Listrik jadi Pemicunya

Sementara itu, untuk komoditas telur lainnya seperti telur bebek dan telur puyuh, harganya dilaporkan masih stabil tanpa ada perubahan yang menonjol.

Harapan Intervensi Pemerintah

Fluktuasi harga yang dipicu masalah distribusi ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Samarinda maupun instansi terkait.

Para pedagang berharap ada upaya nyata untuk memastikan kelancaran logistik antarwilayah guna menjaga stabilitas harga pangan di pasar-pasar tradisional agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas.(Red/NT)

Bagikan:
Berita Terkait