NUSANTARA TERKINI – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Berau mulai memicu krisis pasokan air bersih yang mengkhawatirkan di tingkat tapak.
Kondisi memprihatinkan ini salah satunya melanda Kelurahan Gunung Tabur, di mana sumber air alami masyarakat seperti aliran sungai kecil dan parit pemukiman kini telah mengering total.
Dampak kekeringan ekstrim tersebut dirasakan langsung oleh sekitar 1.000 jiwa yang tersebar di lima Rukun Tetangga (RT), yakni RT 7, RT 9, RT 12, RT 14, dan RT 17.
Untuk memenuhi kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan konsumsi harian, warga kini terpaksa bergantung penuh pada aksi tanggap darurat penyaluran air bersih dari pemerintah dan aparat keamanan.
Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizali, membeberkan bahwa sumber air baku utama warga di wilayahnya sudah tidak lagi dapat diandalkan untuk menopang kebutuhan harian.
“Kondisi ini dialami warga selama musim kemarau. Sungai-sungai di sekitar pemukiman mengering. Kalaupun masih ada sisa airnya, kondisinya sangat keruh dan sudah tidak layak lagi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Rizali.
Sinergi Tiga Pilar Pasok Air Bersih ke Pemukiman
Menyikapi krisis yang kian meluas, tim gabungan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunung Tabur yang melibatkan Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, Polsek, hingga Koramil bergerak masif menyalurkan bantuan air bersih langsung ke rumah-rumah warga terdampak.
Proses distribusi bantuan air ini telah digalang secara berkala. Aksi penanganan darurat tersebut sejauh ini sudah mencatatkan tiga kali gelombang penyaluran besar, yang masing-masing digerakkan oleh porsi bantuan Polres Berau, Danramil, serta kolaborasi lanjutan dari kelurahan bersama Muspika setempat.
Namun, di tengah tingginya urgensi kebutuhan masyarakat, penyaluran bantuan air bersih di Gunung Tabur Berau masih membentur tembok tantangan teknis, yakni keterbatasan kapasitas armada truk tangki pengangkut yang diterjunkan ke lokasi.
“Karena kapasitas unit armada yang kita gunakan terbatas di ukuran 5.000 liter, sekali pengantaran (rit) itu paling maksimal hanya bisa memenuhi kebutuhan sekitar 10 sampai 12 rumah saja. Hal ini membuat kita harus melakukan pengantaran secara bertahap,” jelas Rizali.
Warga Bernapas Lega Terima Pasokan Pasokan Tangki
Meski proses distribusi harus dilakukan ekstra sabar akibat keterbatasan fisik armada, kehadiran armada tangki air bersih ini menjadi penyelamat berharga bagi warga yang telah lama kesulitan air baku.
Sultan, salah seorang warga terdampak di RT 9 Kelurahan Gunung Tabur, mengaku sangat terbantu saat armada pengangkut air dari tim gabungan menyambangi kediamannya. Sebelum bantuan tiba, keluarganya hanya bisa pasrah mengandalkan sisa-sisa air parit yang makin menyusut.
“Sudah lama susah air, mulai masuk musim kemarau ini. Sehari-hari biasanya kami cuma pakai air parit, tapi sekarang air paritnya juga sudah kering dan tinggal sedikit sekali. Hari ini alhamdulillah dapat bantuan air sekitar setengah tandon atau 600 liter. Ini sangat membantu untuk menyambung kebutuhan harian di rumah,” tutur Sultan lega.
Pemerintah Kelurahan Gunung Tabur bersama jajaran Polsek dan Koramil memastikan komitmen aksi tanggap darurat ini akan terus digulirkan secara berkesinambungan. Sinergi lintas instansi ini bakal dipertahankan guna menjamin kebutuhan paling mendasar warga tetap terpenuhi hingga debit air sungai kembali normal seiring datangnya musim penghujan.(*)






