Dedy Okto Nooryanto Usulkan Pemeriksaan Psikologi untuk Guru-Guru yang Bermasalah

diterbitkan: Senin, 12 Mei 2025 02:03 WITA
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto

BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengusulkan agar Pemkab Berau bisa melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa kepada guru-guru yang terindikasi memiliki masalah. Hal ini disampaikannya sebagai upaya preventif mencegah tindakan-tindakan yang tidak semestinya terjadi antara guru atau tenaga pendidik ke peserta didiknya.

“Baru-baru ini, ada insiden oknum guru melakukan kekerasan kepada siswanya. Ini harus jadi pelajaran, dan harus kita pikirkan bagaimana pencegahannya ke depan,” ucap Dedy.

Baca juga  Optimalkan Promosi Pariwisata di Berau, DPRD Berau Minta Titik Strategis Dipasangi Iklan Wisata

Dia menyebut, tekanan menjadi tenaga pendidik pasti besar dan tidak mudah untuk menghadapinya. Namun menurutnya, hal tersebut bisa diurai jika para tenaga pendidik yang terindikasi bermasalah bisa mendapatkan layanan keseharan jiwa atau tes psikologi.

Dedy juga meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa melakukan pengawasan rutin terhadap sekolah, dan kondisi guru maupun tenaga kependidikan yang ada. Jangan sampai, ada indikasi guru yang sikapnya tempramen tapi dibiarkan.

Baca juga  DPRD Berau Minta Ada TPA di Tanjung Batu, Tangani Penumpukan Sampah di Derawan dan Maratua

“Kita tidak tahu kapan amarah bisa meledak. Kalau dia (guru) tempramen, jelas meledaknya akan ke siswa. Ini yang akhirnya bisa memicu tindak kekerasan,” tambahnya.

Tes Psikologi menurutnya mendesak untuk dilakukan sebagai salah satu langkah dalam mengevaluasi para tenaga pengajar. Tes tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk mengukur kesiapan tenaga pendidik dalam berhadapan dengan anak-anak muridnya.

Baca juga  Berikan Kenyamanan ke Pengunjung, DPRD Berau Usul Ada Toilet Umum di Area Tepian

“Namanya anak-anak kita juga tidak bisa prediksi bagaimana mereka bersikap. Ada anak yang tidak nakal, ada juga anak-anak yang mungkin bersikap di luar kendali. Ini yang perlu kita tekankan bagaimana penanganan terbaiknya, tentu bukan dengan kekerasan,” pungkasnya. (adv)

 

Bagikan:
Berita Terkait