BERAU – Pemkab Berau menegaskan komitmennya dalam menjaga iklim investasi di Bumi Batiwakkal agar tetap berjalan dengan sehat. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said menjelaskan, sehat yang dimaksud mencakup perkembangan investasi yang tetap mengacu pada regulasi, dan prinsip berkelanjutan.
Dia memahami benar, dunia investasi kerap berhadapan dengan sejumlah tantangan dan kendala. Seperti kendala birokrasi dan hambatan teknis yang tak jarang menjadi alasan investor ingin cepat-cepat pergi.
Said mengakui banyak investasi yang masuk ke Indonesia, termasuk di daerah, akhirnya terhenti karena berhadapan dengan berbagai persoalan. Mulai dari birokrasi hingga resistensi masyarakat.
“Itu yang membuat kadang-kadang investor berpikir, kalau terus di sini, modalnya bisa tidak kembali. Maka mereka memilih pindah,” terangnya.
Namun, meski begitu ia menegaskan bahwa Kabupaten Berau tetap membuka pintu yang lebar untuk menerima investor. Hanya saja dengan catatan besar, agar pola investasi yang dilaksanakan sesuai dengan regulasi.
“Selain taat aturan, kita juga mau investasi yang berjalan menegakkan prinsip berkelanjutan. Karena salah satu yang kami tawarkan memang di sektor pariwisata, yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan yang masih alami,” sambungnya.
Said menerangkan, kehadiran investor di suatu wilayah berpeluang besar memberikan manfaat untuk masyarakat. Perusahaan yang beroperasi sesuai aturan akan memperhatikan kepentingan lokal, berbeda dengan perusahaan ilegal yang cenderung hanya mengejar keuntungan pribadi.
“Kalau investasi resmi yang taat aturan terus berjalan, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat juga. Peluang ekonomi untuk masyarakat juga lebih besar,” pungkasnya. (adv)





