BERAU – Produk coklat hasil olahan kakao di Berau kini makin tersohor. Komoditas tersebut dianggap memiliki peluang besar untuk dikembangkan hingga menyentuh pasar yang lebih luas, bahkan hingga go internasional.
Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan coklat asal Berau bukan sebatas oleh-oleh khas Berau saja. Namun juga bentuk dari pemberdayaan masyarakat lokal, dan upaya meningkatkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan potensi daerah.
“Pengelolaan coklat ini salah satu wujud nyata dari pengembangan ekonomi kreatif. Sampai saat ini, produk yang dihasilkan dari pelaku UMKM dari coklat itu sudah berhasil dikenal secara global,” ucap Sri.
Dia menerangkan, dalam upaya memperkuat industri coklat di Berau, Pemkab Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) sedang menyiapkan pembangunan rumah produksi kakao di Kampung Merasa.
Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Berau membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mendukung pengolahan kakao dan memperluas pemasarannya. Sehingga, ia berharap coklat Berau bisa menjadi produk unggulan yang membawa nama daerah ke tingkat nasional dan internasional.
“Kami berharap, dan sebenarnya yakin, pengembangan coklat lokal ini juga bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Bupati.
Untuk informasi, Kampung Merasa sudah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan kakao berdasarkan SK Bupati Nomor 490 Tahun 2023. Rencananya, lahan yang akan digunakan untuk membangun rumah produksi tersebut merupakan hibah dari Kepala Kampung Merasa. (adv)






