NUSANTARA TERKINI – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi bencana alam menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Pemetaan intensif pada sejumlah kawasan rawan longsor dan genangan air di sepanjang jalur lintas daerah telah dilakukan demi menjamin keselamatan masyarakat.
Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana menegaskan bahwa, kontur geografis berbukit serta tingginya intensitas curah hujan merupakan ancaman nyata yang harus diantisipasi.
Pihaknya tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun yang berpotensi memutus akses vital transportasi antar kota dan kabupaten pada momen krusial tersebut.
“Personel dan peralatan disiagakan guna mempercepat respons apabila terjadi gangguan selama periode mudik,” jelasnya Rabu (4/3/26).
Siaga Penuh Hadapi Darurat Bencana
Berbagai alat berat dan tim reaksi cepat kini telah ditempatkan secara strategis di titik titik rawan bencana.
Langkah mitigasi ini diyakini mampu mempercepat proses penanganan material longsor, jika sewaktu waktu terjadi kondisi darurat yang mengancam kelancaran lalu lintas.
Selain menyiagakan infrastruktur teknis pihaknya juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat.
Kolaborasi pengamanan jalan nasional tersebut mencakup pendirian posko siaga terpadu hingga skema rekayasa lalu lintas agar mobilitas ribuan kendaraan pemudik tetap terkendali secara optimal.
Yudi juga mengingatkan, agar pengamanan ketat dari pemerintah ini diimbangi dengan kewaspadaan penuh dari para pengendara yang melintas di jalur rawan.
“Patuhi rambu jaga kecepatan dan pastikan kondisi kendaraan prima sebelum berangkat,” tambahnya.(*)





